Review Headset

SteelSeries Siberia 200, Headset Gaming Kloningan Siberia V2

Riandanu Madi Utomo    •    27 Oktober 2015 18:37 WIB
review peripheral
SteelSeries Siberia 200, Headset Gaming Kloningan Siberia V2
Tampilan SteelSeries Siberia 200 sangat mirip dengan Siberia V2

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa hari yang lalu, SteelSeries mengumumkan sebuah headset gaming terbaru, SteelSeries Siberia 200. Meskipun namanya baru, headset gaming ini merupakan versi "rebranding" dari Siberia V2 yang telah dihentikan produksinya oleh SteelSeries. Lalu, mengapa SteelSeries masih ingin merilis ulang headset tersebut? Jawabannya ada pada headset Siberia 200 itu sendiri.

SteelSeries Siberia 200 memiliki desain bodi yang sama dengan Siberia V2, dengan ciri khasnya adalah desain bridge ganda yang menghubungkan kedua earcupp. Desain bridge yang khas tersebutlah yang membuat headset ini sangat populer.

Bukan dari bentuknya yang unik, melainkan ia menghadirkan kenyamanan yang tinggi. Tentunya, Siberia 200 memiliki tingkat kenyamanan yang sama seperti Siberia V2 karena desainnya yang sama persis.



Headset gaming ini juga memiliki earcup yang ergonomis dan fleksibel. Di bagian sambungan earcup dan bridge terdapat sebuah engsel yang akan membuat earcup mengikuti kontur kepala penggunanya. Sementara di bagian sisi dalamnya terdapat bantalan yang sangat empuk seperti halnya bantalan pada Siberia V2 yang membuat headset ini menjadi sangat pas di kepala.

Berbeda dengan Siberia V2 yang memiliki pilihan warna yang terbatas, Siberia 200 justru hadir dengan pilihan warna yang beragam. Warna tersebut hadir dengan tema para gamer serta penyiar (streamer) profesional di dunia esports.

Kebetulan, unit yang kami uji kali ini memiliki desain yang mengacu pada desain orisinil Siberia V2, berwarna putih-hitam. Perbedaan desain hanya terlihat di beberapa bagian saja yang warnanya ditukar (dari putih jadi hitam dan sebaliknya), sehingga jika dilihat sekilas headset ini masih tampak seperti Siberia V2.



Perbedaan lain antara Siberia 200 dan Siberia V2 adalah batang mikrofonnya yang kini dilapisi dengan lapisan karet tambahan. Mikrofon tersebut masih dapat "disembunyikan" ke dalam earcup sama seperti Siberia V2, dan masih memiliki performa yang bagus untuk voice chat. Sebagai tambahan, SteelSeries juga menyertakan sebuah converter khusus agar headset ini dapat digunakan di ponsel atau gadget lainnya.

Menurut kami, Siberia 200 memiliki suara yang lebih baik ketimbang Siberia V2. Headset ini terasa mampu menghasilkan suara yang lebih detail dan jernih. Hal tersebut membuat berbagai detail suara dalam game, seperti langkah kaki dan suara desingan peluru dapat disajikan dengan baik.



Kesimpulan

SteelSeries Siberia 200 benar-benar merupakan versi "kloningan" dari Siberia V2 dengan sedikit perubahan pada tampilan, kelengkapan, dan kualitas suaranya. Headset ini masih sangat nyaman dan memiliki kualitas suara yang bagus seperti pendahulunya. Harganya juga dibanderol tak jauh dari Siberia V2, yaitu sekitar Rp1,1 juta. 
 

SteelSeries Siberia 200

 

8,5

  • Nyaman
  • Suara bagus
  • Dapat digunakan di ponsel atau gadget lainnya
  • Tidak banyak perubahan dari seri sebelumnya
  • Tidak dilengkapi tombol panggilan pada kabelnya



(ABE)

Video /