700 Personel Polres Bogor Kawal Aksi Buruh

Antara    •    29 Oktober 2015 10:20 WIB
upah
700 Personel Polres Bogor Kawal Aksi Buruh
Foto: Unjuk rasa buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, Kota Bandung/MTVN_Octavianus Dwi Sutrisno

Metrotvnews.com, Bogor: Kepolisian Resor Bogor Kabupaten, Jawa Barat, mengerahkan 700 personel untuk mengawal aksi ribuan buruh di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis 29 Oktober. Unjuk rasa mendesak pemerintah setempat menaikkan upah buruh.

"700 personel kita turunkan untuk mengawal aksi buruh yang berjumlah sekitar 7 ribu orang," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Bogor Kabupaten, AKP Ita Puspitalena, Kamis (29/10/2015).

AKP Ita mengatakan, pengamanan yang dilakukan meliputi pengawalan aksi buruh yang bergerak dari sejumlah titik kumpul yang merupakan sentral industri. Di antaranya di kawasan Gunung Putri, Citereup, Sukaraja, dan Cibinong.

"Sebagian besar buruh telah bergerak dari sejumlah titik menuju Pemda Cibinong, Lapangan Tegar Beriman," ujar dia.

Pengawalan juga dilakukan di sejumlah obyek vital yakni Kantor Bupati Bogor, DPRD Kabupaten Bogor, dan Dinas Tenaga Kerja. Personel Polres Bogor juga dikerahkan untuk menyekat sejumlah tol di antaranya di Tol Citereup, Sentul, Gunung Putri, dan Ciawi.

"Kita lakukan penyekatan di sejumlah gerbang tol, jangan sampai ada aksi buruh di jalan tol," kata dia.

Kepolisian Resor Bogor juga melakukan upaya penanganan arus lalu lintas selama aksi buruh berlangsung. Pengaturan arus lalu lintas kendaraan di Jalan Tegar Beriman serta jalan-jalan yang bersinggungan dengan aksi, agar jangan sampai mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) wilayah Bogor, Willa Faradian mengatakan, aksi buruh kali ini menyampaikan sejumlah tuntutan terkait upah minimum kota/kabupaten (UMK). Mereka menolak Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang dinilai merugikan hak buruh.

Selain itu, buruh mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan upah minimun provinsi (UMP) maupun UMK 2016 Jabodetabek dan kota industri di Indonesia sebesar Rp3,75 juta.

"Tetapkan sektor industri 7 persen di atas UMK, tangkap dan pidanakan pengusaha yang bayar kurang dari UMK serta anti serikat pekerja. Selanjutnya tingkatkan subsidi sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan rakyat," katA Willa.

Willa mengatakan, aksi buruh ini akan berlangsung mulai hari ini 29 Oktober hingga 3 November mendatang. Aksi ini dilakukan oleh forum buruh lintas federasi antarkawasan industri di Bogor.

"Aksi buruh kawasan industri, Sentul, Cibinong, Citereup, dan kawasan Wanaherang, kawasan menara permai, dan Cileungsi, buruh Ciawi serta perbatasan Sukabumi. Didukung 14 DPC Serikat Pekerja di Kabupaten Bogor," kata dia.


(TTD)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /