Ditetapkan 1 November, Ini Rencana Kenaikan UMP Yogyakarta

Patricia Vicka    •    29 Oktober 2015 18:31 WIB
ump
Ditetapkan 1 November, Ini Rencana Kenaikan UMP Yogyakarta
Foto ilustrasi. (Antara/Irsan Mulaydi)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Hingga kini Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta belum menentukan besaran nilai upah minimum provinsi (UMP).

Gubernur DIY Sri Sultan Hemngkubuwono X mengatakan pihaknya akan mengumumkan UMP terbaru pada 1 November mendatang. Kini pihaknya sedang berproses untuk menentukan UMP.

"Rapat soal upah baru hari ini digelar. Pengumuman UMP tanggal 1 November," ujarnya, usai acara Expose Hasil Monitoring ABPD Triwulan III 2015 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (29/10/2015).

Sementara, penentuan upah minumum kabupaten (UMK) menyusul diumumkan dua minggu kemudian usai UMP. "UMK ditentukan tanggal 21 November 2015," tuturnya.

Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Sulistyo mengatakan formulasi penentuan UMP DIY 2016 akan mengikuti peraturan pemerintah (PP) nomor 78/2015 tentang pengupahan yang disahkan 23 Oktober. "Perumusannya pakai formulasi baru dari Presiden," tegasnya melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan UMP 2016 di DIY rencananya akan naik 11.5 persen mengikuti hasil perhitungan dari Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri. "Angka tersebut merupakan hasil penjumlahan dari angka PDB dan tingkat inflansi yang dikeluarkan BPS kemarin. Kemungkinan DIY naik 11,5 Persen," jelasnya.

Sedangkan, lanjutan formula penetapan UMP DIY akan ditetapkan dengan mengambil jumlah UMK kabupaten terendah ditambah 11,5 persen.

Data dari Disnakertrans tahun 2015 UMK Yogyakarta Rp1.302.500, UMK Sleman Rp1.200.000, UMK Bantul, Rp1.163.300, UMK Kulon Progro Rp1.138.000 dan UMK Gunung Kidul Rp1.108.249.


(SAN)


Video /