KPK Minta Sidang Praperadilan Rio Capella Ditunda

Yogi Bayu Aji    •    30 Oktober 2015 10:37 WIB
gratifikasi bansos sumut
KPK Minta Sidang Praperadilan Rio Capella Ditunda
Patrice Rio Capella berjaket oranye dan ditahan KPK. Foto: Ant/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi meminta sidang praperadilan yang diajukan mantan anggota DPR Patrice Rio Capella ditunda. Lembaga antikorupsi masih perlu waktu. Sedianya sidang digelar hari ini.

"Perlu waktu untuk persiapan surat-surat, dokumen dan administrasi kelengkapan lain," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati dalam pesan singkat, Jumat (30/10/2015) pagi.

Yuyuk menjelaskan, institusi pimpinan Taufiequrachman Ruki ini sudah menyampaikan permintaan itu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. "Surat resmi sudah dikirim Kamis (29 Oktober) siang kemarin ke PN Jaksel untuk minta penundaan," jelas Yuyuk.

Sebaliknya, kubu Rio sudah siap menjalani praperadilan atas penetapan status tersangka dan penahanan KPK. "Semua dokumen sudah kami sampaikan, seluruh argumen juga disampaikan," kata pengacara Rio, Maqdir Ismail, Kamis kemarin.

Menurut dia, lembaga antikorupsi juga harus siap menjalani praperadilan. Dia berharap KPK bersedia hadir di sidang dengan agenda pembacaan permohonan hari ini.

"Tinggal mendengar saja apakah KPK akan hadir dan menyampaikan jawaban atau belum kami tidak tahu," jelas dia.

Rio memasukan permohonan praperadilan ke PN Jaksel pada 19 Oktober. Salah satu yang dipermasalahkan adalah kewenangan KPK dalam menetapkan Rio sebagai tersangka. 

Penetapan dinilai bertentangan dengan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Lembaga antikorupsi dianggap tak memenuhi persyaratan dalam menjerat Rio seperti yang terkandung dalam Pasal 11.

"Bahwa harus ada keresahan masyarakat sebelum ditetapkan sebagai tersangka, kemudian ada kerugian keuangan negara sampai Rp1 miliar. Ini yang tidak ada," jelas Maqdir 20 Oktober lalu.

Rio terjerat dalam kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dia sudah ditahan sejak 23 Oktober lalu.

Dalam kasus ini, lembaga antikorupsi juga menjerat Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, dan istrinya Evy Susanti sebagai tersangka. Rio Capella diduga menerima hadiah atau janji sebesar Rp200 juta dari Gatot serta Evy.

Rio Capella disangka melanggar Pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Gatot dan Evy disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a, huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(DOR)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /