Tiongkok-AS Didesak Atasi Klaim Laut China Selatan di Pengadilan Internasional

Fajar Nugraha    •    30 Oktober 2015 11:59 WIB
laut china selatan
Tiongkok-AS Didesak Atasi Klaim Laut China Selatan di Pengadilan Internasional
USS Lassen yang patroli di Laut China Selatan (Foto: AAP)

Metrotvnews.com, Beijing: Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak Tiongkok untuk mengatasi sengketa Laut China Selatan dengan AS di pengadilan internasional. Dua negara besar itu kini terlibat gesekan terkait konflik wilayah itu.

Dalam lawatannya ke Beijing, Tiongkok Kamis (29/10/2015), Merkel mendesak China untuk mengatasi sengketa dengan damai.

"Penting agar rute perdagangan laut tetap terbuka, meskipun ada sengketa, yang memanas pekan ini setelah sebuah kapal perang AS menantang klaim maritim Tiongkok di Laut China Selatan," ujar Merkel, seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat (30/10/2015).

Pemerintah Tiongkok mengecam keras tindakan AS yang mengerahkan kapal perang di Laut China Selatan. Tiongkok pun memanggil Dubes AS.

Kapal perang USS Lassen mendekat hingga jarak 12 mil laut pula buatan milik Tiongkok yang berada di Laut China Selatan pada Selasa (27/10/2015). Pihak Beijing langsung bereaksi keras atas tindakan AS.

Duta Besar AS untuk Tiongkok Max Baucus dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu (28/10/2015).

Pejabat-pejabat militer di Washington mengatakan pelayaran mendekati kawasan karang Subi, itu merupakan latihan "kebebasan navigasi". Patroli itu dinilai tidak terkait dengan pertanyaan atas kedaulatan wilayah, yang juga diklaim oleh Vietnam dan Filipina.

Selama ini Tiongkok dikecam atas ulahnya yang membuat pulau buatan di lokasi Laut China Selatan. Laut kaya sumber daya itu diperebutkan oleh beberapa negara anggota ASEAN dengan Tiongkok.

Negara seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam dan Taiwan turut mengklaim hak wilayah dari Laut China Selatan dengan Tiongkok. Bahkan Tiongkok pada November 2013 mengumumkan pelarangan jalur udara di atas Laut China Selatan.

Sementara seorang sumber di Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang tidak ingin disebut namanya mengatakan kepada VOA, tampaknya Angkatan Laut Amerika akan menggelar lebih banyak patroli di kawasan itu.


(FJR)

PSG Terkejut Barca Tuntut Kompensasi ke Neymar
Neymar ke PSG

PSG Terkejut Barca Tuntut Kompensasi ke Neymar

33 minutes Ago

Bahkan PSG harus bertanggung jawab atas kompensasi Neymar ke Barcelona…

BERITA LAINNYA
Video /