Polda Metro: Agar Tak Macet, Demo Buruh Cukup di Depan Istana Merdeka

Ilham wibowo    •    30 Oktober 2015 15:39 WIB
demo buruh
Polda Metro: Agar Tak Macet, Demo Buruh Cukup di Depan Istana Merdeka
Kabid Humas Polda Metro Jaya, M. Iqbal--Metrotvnews.com/LB Ciputri Hutabarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iqbal mengatakan, setiap pergerakan massa maupun penyampaian orasi akan difokuskan pada satu titik. Tradisi baru ini guna menjaga keamanan dan lalu lintas Ibu Kota tetap lancar.

"Para buruh tidak lagi start dari Bundaran HI karena akan menimbulkan kemacetan. Orasi sebentar di patung kuda, berjalan ke Istana, dan ke DPR," ujar Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jumat (30/10/2015)

Iqbal menyampaikan, Kapolda Metro telah mengusulkan peraturan mengenai tempat-tempat penyampaian pendapat di muka umum kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Hasilnya gubernur menyambut usulan ini dengan membuat Pergub

"Jadi demo cukup di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan saja sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Kita akan nego supaya tidak macet, cukup di istana saja," kata Iqbal.

Polda Metro Jaya menyiapkan 17 ribu personel untuk mengamankan unjuk rasa buruh dan mahasiswa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Jumlah peserta aksi puluhan ribu.

Iqbal mengatakan, jumlah tersebut belum termasuk personel dari Mabes Polri, Kodam Jaya, dan dari pemerintah. "Kami sudah menyiapkan pola pengamanan," ucap Iqbal.

Menurut Iqbal, komunikasi kepolisian dan perwakilan peserta aksi terjalin baik. Ia berharap penyampaian aspirasi buruh dan mahasiswa pada 30 Oktober berjalan lancar.

"Serikat pekerja dan badan eksekutif mahasiswa sudah komunikasi agar besok penyampaian orasi berjalan aman, damai, dan sesuai koridor, tetap mementingkan masyarakat pengguna jalan," ujarnya.

Soal pengalihan arus lalu lintas, menurut Iqbal, akan situasional. Sesuai perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, pengunjuk rasa tidak boleh berhenti di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jalan M.H. Thamrin.

"Pengalihan arus lalu lintas situasional. Istana negara, apabila pendemo sudah berkembang, arus baru akan dialihkan. Begitu kembali, arus akan kita tutup. Tapi kalau sudah steril akan dibuka kembali," tukasnya.


(YDH)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /