Proyek Becakayu Waskita Karya Raih Sindikasi Kredit dari BNI-BRI

Dian Ihsan Siregar    •    30 Oktober 2015 20:27 WIB
waskita karya
Proyek Becakayu Waskita Karya Raih Sindikasi Kredit dari BNI-BRI
Ilustrasi. (FOTO: AFP/ADEK BERRY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Proyek jalan tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Tol Becakayu) yang saat ini sedang dikebut oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mendapatkan pembiayaan kredit sindikasi dari dua bank terbesar di Indonesia, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Pembiayaan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap konstruksi proyek jalan tol, pembiayaan diberikan dalam bentuk kredit modal kerja kepada Waskita Karya dan Waskita Beton Precast selaku fum key contractor masing-masing sebesar Rp736 miliar dan Rp1,70 triliun.

Pada tahap proyek jalan tol beroperasi, pembiayaan diberikan dalam bentuk kredit investasi kepada PT Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku investor dan operator tol sebesar Rp3,49 triliun. BNI dan BRI bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger (MIA). Adapun Agen Fasilitas dan Agen Penampungan ditangani oleh BNI dan BRI bertindak sebagai Agen Jaminan.

Direktur Keuangan BNI Rico Budidarmo mengakui, penyaluran kredit pada proyek pembangunan jalan tol Becakayu merupakan upaya yang dilakukan BNI bersama BRI untuk mengoptimalkan fungsi intermediari perbankan nasional.

"BNI menegaskan akan mendukung program-program pembangunan negara, terutama pada bidang energi, industri, dan infrastruktur. lnfrastruktur merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi fokus ekspansi kredit BNI pada segmen Bisnis Eanklng," jelas dia dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (30/10/2015).

Sementara itu, Direktur BRl, Mohammad lrfan menambahkan, dukungan ini merupakan upaya nyata dunia perbankan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di lndonesia. Melalui pembangunan jalan tol yang dilakukan secara sinergi ini, BRI berharap dapat mempercepat pertumbuhan bisnis dari berbagai sektor.

Penandatanganan ini sekaligus membukikan dukungan dari dunia perbankan kepada Waskita Group untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Tol Becakayu tersebut. Pembangunan Tol Becakayu yang sempat mangkrak sejak 1997 memiliki panjang 21,04 kilometer (km) ini terbagi ke dalam dua seksi yaitu Seksi I sepanjang 11 km Casablanca-Jaka Sampurna, dan Seksi II sepanjang 10,04 km Jaka Sampurna-Duren Jaya.

Tol Becakayu Seksi I menelan biaya investasi Rp5 triliun, biaya konstruksi Rp4,6 triliun dan masa konsesi 45 tahun (sejak SPMK). Sebagai bagian dari Jaringan jalan Tol di Jabodetabek, Jalan Tol Becakayu memiliki peranan penting dalam memperlancar arus lalu lintas, distribusi barang dan jasa yang menghubungkan Provinsi DKI Jakata dengan Kota Bekasi dan sekitarnya.

Selain dukungan dari perbankan, pembangunan jalan tol Becakayu ini pun mendapat support dari pabrik beton PT Waskita Beton Precast (WBP) selaku anak perusahaan Waskita Karya. Di proyek ini WBP menyediakan Jasa Pengadaan Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Becakayu dengan 10 (sepuluh) item pekerjaan, terdiri dari mobilisasi (0,08 persen), Box Culvert (0,03 persen), Pipa Gorong-gorong (0,01 persen), U-ditch (1,93 persen), Perkerasan Beton (0,86 persen), Ready Mix (l2,l3 persen), Baja Tulangan (17,80 persen), Girder (30,89 persen), Tiang Pancang dll (13,19 persen), dan Struktur Baja (23,08 persen).

Progres yang telah dicapai sampai dengan September 2015 adalah 27,5 persen. Target operasi jalan tol ini direncanakan mulai pada Desember 2017.


(AHL)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

20 hours Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /