Bukan Pakai Kereta Api untuk Kurangi Dwelling Time

Annisa ayu artanti    •    30 Oktober 2015 20:34 WIB
dwelling time
Bukan Pakai Kereta Api untuk Kurangi <i>Dwelling Time</i>
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) menyatakan kasus waktu bongkar muat (dwelling time) terjadi bukan lantaran ada atau tidaknya akses kereta api.

Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino mengatakan banyak orang percaya mengatasi kemacetan di Indonesia itu menggunakan moda transportasi massal seperti kereta api yang ada di Jepang. Hal itu pun yang mau diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Padahal menurutnya, apabila ingin mau seperti Negeri Sakura, Indonesia harus mempunyai railways dengan dua bidang. Sedangkan di Indonesia tidak punya. Meskipun dipaksakan, malah akan memperkeruh kemacetan di Jakarta karena harus membawa barang atau kontainer dalam volume besar.

"Karena untuk ke Priok, kereta api ini harus lewat Kelender, Jatinegara, Kramat, Kemayoran. Di mana banyak sekali lintasan yang sebidang. Sehingga angkutan barang hanya bisa lewat malam hari saat angkutan penumpang berkurang," kaya Lino dalam temu media di JS Luwansa Hotel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Lino menjelaskan, untuk mengurangi dwelling time seharusnya Indonesia mempunyai kanal dari Tanjung Priok ke Surabaya sehingga kontainer-kontainer itu bisa lewat kanal. Selain itu, dengan adanya kanal itu juga bisa mengurangi air pasang di Pantai Utara.

Kemudian, lanjut Lino, bila melewati kanal ongkos angkut pun bisa berkurang sekitar USD30-USD50 serta membatu mengurangi kemacetan Jakarta.

"Kita mau kirim barang dari Priok ke Cikarang, Bekasi, barge lewat kanal. Ini nanti bisa untuk 150 kontainer. Itu 3 km panjangnya. Ongkos angkutnya nanti kalau sudah selesai bisa berkurang USD30-USD50 dibanding dengan ongkos angkut sekarang. Kita harapkan ini akan membantu kemacetan-kemacetan di Jakarta. Solusi ini yang harusnya dikerjakan," jelas dia.

Lino juga sempat menambahkan Pelindo II tidak pernah menghalangi kereta api di Pelabuhan seperti yang dibicarakan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli. Jalur Kereta telah ada di Pelabuhan sejak 30 tahun lalu. Hanya saja, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum mengeluarkan izin pembebasan lahan.

"Bukan karena kita menghalangi kereta api di pelabuhan masuk. Dari 30 tahun lalu itu lahan untuk kereta api sudah kita sediakan. Tapi kenapa kereta api tidak masuk-masuk karena Kemenhub belum keluarkan izin pembebasan lahannya. Jadi bukan saya yang menghalangi adanya Kereta Api di pelabuhan," tutup dia.


(AHL)


Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?
Final Piala AFF 2018

Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?

15 hours Ago

Media Malaysia menurunkan tulisan tentang tingkah laku wartawan Vietnam selama Final Piala AFF …

BERITA LAINNYA
Video /