Libatkan Ormas, Pemerintah Dinilai tak Melanggar Aturan dalam Memulangkan TKI

Arga sumantri    •    31 Oktober 2015 06:14 WIB
tki
Libatkan Ormas, Pemerintah Dinilai tak Melanggar Aturan dalam Memulangkan TKI
Situasi WNIO/TKIO gelombang pertama saat sedang bersantai di Hotel Renad Jeddah sebelum diterbangkan ke Indonesia (23/10/2015). Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Langkah pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan organisasi masyarakat (Ormas) dalam proses pemulangan WNI atau TKI overstayer di Arab Saudi dinilai tak melanggar aturan. Sebab hal serupa juga kerap dilakukan pemerintah di tanah air.

"Hingga saat ini tidak ada keluhan dari WNI/TKI Overstayer yang mendaftar melalui organisasi. Melainkan menyambut positif karena mereka tidak lagi harus berdesak-desakan. Dan yang berada di luar kota, tidak harus lagi turun ke KJRI Jeddah, karena KJRI Jeddah dan organisasi kemasyarakatan menggunakan sistim jemput bola,” kata Ketua Dewan Pengurus Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Arab Saudi, Sharief Rachmat di Jeddah, Arab Saudi, Jum’at (30/10/2015).

Sharief berpesan, pemerintah tetap mesti selektif dalam melibatkan Ormas. KJRI Jeddah harus menyeleksi mana ormas yang punya jam terbang dalam hal advokasi WNI/TKI. "Jangan sampai karena hal tersebut timbul adanya penyalahgunaan wewenang serta percaloan dan akhirnya mengorbankan para WNI/TKI overstayer," ungkap Sharief.

Sharief menyebut sejumlah organisasi yang dia nilai sudah punya jam terbang advokasi WNI/TKI di Arab Saudi dan mempunyai legitimasi jelas. Antara lain FORMIDA, NU, POSPERTKI, BMI-SA, GP Ansor, ICMI, dan PION.

Menurut Sharief, kalaupun ada pihak yang mengkritisi langkah tersebut, dia yakin bukan datang dari para WNI/TKI Overstayer yang mendaftar. "Mereka mengkritisi, apakah akan bertanggung jawab bila nantinya para WNI/TKI overstayer harus mengantri dan berdesak-desakan dengan cuaca yang panas. Paling ujung-ujungnya menyalahkan pemerintah tanpa solusi,"sambung Sharief.

"Sebaiknya semua pihak bisa lebih menahan diri, jangan sampai karena adanya kepentingan, WNI/TKI Overstayer menjadi korbannya,” tambah mantan Ketua Tim Baksos FORMIDA Peduli WNIO yang terlantar di kolong Jembatan Kandara tahun 2009 itu.

PDI Perjuangan pun mengapresiasi sikap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla itu. Sebab, dalam proses percepatan pemulangan WNI/TKI Overstayer di Arab Saudi, nampak pemerintah memperlakukan WNI/TKI secara manusiawi.

"Tidak adalagi yang terlantar seperti sebelum – sebelumnya. Bagi yang sudah lolos proses dan akan dipulangkan, ditempatkan disebuah penginapan sekelas Hotel," pungkas dia.


(AZF)


Vietnam Juara Piala AFF 2018

Vietnam Juara Piala AFF 2018

2 days Ago

Vietnam sukses menekuk Malaysia 1-0 di lek kedua Final Piala AFF 2018. Hasil ini memastikan Vie…

BERITA LAINNYA
Video /