Satelit Deteksi 158 Titik Hotspot di Sumatera

Damar Iradat    •    01 November 2015 07:17 WIB
kebakaran hutan
Satelit Deteksi 158 Titik <i>Hotspot</i> di Sumatera
Garis polisi terbentang di lokasi eks kebakaran lahan milik perusahaan perkebunan yang berada di kawasan Nyaru Menteng, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu Km 25, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (30/10). Antara-Ronny NT.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, Satelit Terra & Aqua mendeteksi 158 titik hotspot di Sumatera. Titik terbanyak ada di provinsi Sumatera Selatan.

"Pantauan terakhir pada Sabtu pukul 18.00 WIB terdapat 158 titik," kata Kepala Pusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (31/10/2015).

158 titik tersebut tersebar di beberapa wilayah. Seperti di Bengkulu dua titik, Jambi tujuh titik, Bangka belitung 28 titik, Kepulauan Riau satu titik, Lampung 32 titik, Riau dua titik, dan Sumatera Selatan 88 titik.

"Sementara di Kalimantan tidak terdeteksi adanya hotspot pada pantauan satelit terakhir," tegas dia.

Untuk jarak pandang dan cuaca, tambah dia, di Padaang berjarak 2.000 meter dan berasap, Pekanbaru 6.000 meter dan berawan, Jambi 2.400 meter dan berasap, Palembang 1.800 meter dan berasap. Sementara di Kalimantan, Pontianak 5.000 meter, Ketapang 10.000 meter cerah berawan, Palangkaraya 7.000 meter dan hujan, serta Banjarmasin 6.000 meter dan berawan.

Sementara indeks kualitas udara di Pekanbaru menunjukkan level sedang, Jambi sedang, Palembang tidak sehat. Di Kalimantan, indeks kualalitas udara di Pontianak menunjukkan level sedang, Banjarbaru baik, Samarinda baik, dan Palangkaraya tidak sehat.

Selain itu, BNPB juga kembali menaburkan garam untuk mengintesifkan operasi hujan butan di wilayah kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 284,9 ton garam ditaburkan untuk hujan buatan.

Sutopo melanjutkan, menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, bahwa tanggal 26 hingga 31 Oktober 2015 intensitas hujan dan awan-awan potensial mulai meningkat di Sumatera dan Kalimantan. "Untuk mempercepat dan meningkatkan intensitas hujan, maka pemerintah mengintesifkan operasi hujan buatan," tutup Sutopo. (ANTARA)


(DRI)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /