Tim Gabungan Analisis Kotak Hitam Pesawat 7K9268

Willy Haryono    •    01 November 2015 11:00 WIB
pesawat rusia jatuh di mesir
Tim Gabungan Analisis Kotak Hitam Pesawat 7K9268
PM Mesir Sherif Ismail (kanan) melihat puing pesawat 7K9268 di Sinai. Mesir, Sabtu (31/10/2015). (Foto: AFP / SELIMAN AL-OTEIFI / OFFICE of EGYPTIAN PRIME MINISTER OFFICE)

Metrotvnews.com, Sinai: Kotak hitam atau black box dari pesawat maskapai Rusia Kogalymavia yang jatuh di Sinai, Mesir, telah diambil dan dikirim ke Kairo untuk dianalisis, Sabtu (31/10/2015).

Pesawat Airbus 231 dengan nomor penerbangan 7K9268 jatuh di Sinai setelah sempat hilang kontak selama 23 menit. Seluruh penumpang yang berjumlah 217 dan tambahan tujuh kru meninggal dunia. 

Menteri Transportasi Rusia Maksim Sokolov dan Menteri Urusan Darurat Vladimir Puchkov telah tiba di Kairo bersama rombongan pakar penerbangan untuk bergabung dengan otoritas Mesir. 

Analisis kotak hitam diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat, namun otoritas Mesir membantahnya. 

ISIS dinilai tidak memiliki misil yang mampu menjangkau 7K9268 yang terbang di ketinggian 30 ribu kaki di atas Sinai. 

Dalam video di dunia maya, ISIS mengklaim jatuhnya 7K9268 sebagai aksi balas dendam atas serangan udara Rusia di Suriah. 

Namun klaim ISIS tidak bisa sepenuhnya dibantah, karena situs pemantau penerbangan Flightradar24 sempat melaporkan ketinggian 7K9268 menurun drastis hingga 1828 meter per detik sebelum akhirnya hilang dari radar. 

Sementara itu Kogalymavia yang sempat diam seribu bahasa, akhirnya buka suara. "Kami membutuhkan keberanian dan kekuatan besar untuk melewati musibah ini," kata perwakilan Kogalymavia atau biasa juga menggunakan nama Metrojet.


(WIL)

Bos Napoli Lebih Khawatir dengan Inter Milan
Jelang Manchester City vs Napoli

Bos Napoli Lebih Khawatir dengan Inter Milan

11 minutes Ago

Bukan untuk meremehkan atau menomorduakan laga kontra City. De Laurentiis menyadari kalau kedua…

BERITA LAINNYA
Video /