BI Minta Warga Waspadai Peredaran Uang Palsu

   •    01 November 2015 12:05 WIB
bank indonesia
BI Minta Warga Waspadai Peredaran Uang Palsu
Ilustrasi pengungkapan uang palsu. Foto: Antara/Seno.

Metrotvnews.com, Banjarmasin: Bank Indonesia (BI) wilayah Kalimantan Selatan meminta warga mewaspadai peredaran uang palsu dengan selalu memperhatikan ciri-ciri uang rupiah asli dalam setiap kesempatan.

Kasir BI Khoirul Anam yang melakukan sosialisasi tentang uang asli dan palsu di Barabai, mengatakan metode yang mudah dan cepat namun akurat untuk mengenali uang asli yakni dengan metode 3D.

"Dengan metode 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang, maka kasir maupun masyarakat umum akan dengan mudah membedakan uang rupiah asli dan palsu," katanya sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (1/11/2015).

Sosialisasi tersebut diberikan kepada para kasir baik hotel, rumah makan, supermarket, perusahaan ekspor dan impor, perusahaan sewa alat berat dan beberapa usaha terkait.

Selain memberikan sosialisasi tentang uang rupiah asli, pada kesempatan tersebut Bank Indonesia juga menekankan pentingnya menggunakan rupiah dalam setiap transaksi yang dilakukan terutama untuk perusahaan besar.

Menurut Khoirul, rupiah adalah satu simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), selain bendera dan lagu kebangsaan.

Oleh karena itu, kata dia, rupiah harus digunakan dalam setiap transaksi, baik tunai maupun nontunai.

"Dengan menggunakan rupiah dalam setiap transaksi sekaligus sebagai wujud gerakan cinta rupiah dan ikut menjaga stabilitas ekonomi nasional," katanya.

Hal ini, tambah dia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang rupiah merupakan alat pembayaran yang sah sehingga wajib digunakan dalam setiap transaksi di Indonesia dan, sesuai dengan tujuan dari UU mata uang adalah menegakkan kedaulatan NKRI dimana rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah.

Dalam implementasinya di lapangan maka seluruh pedagang barang dan jasa wajib mencantumkan harga dalam mata uang rupiah.

Termasuk label harga di toko, tarif kamar hotel, maupun harga sewa apartemen dan ruang perkantoran, wajib menggunakan rupiah. Dengan demikian sudah tidak boleh adalagi daftar harga baik dalam rupiah maupun mata uang asing.

Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan aktif melakukan sosialisasi kewajiban penggunaan mata uang rupiah di wilayah NKRI.


(SAW)

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi
Klausul Pembelian Messi

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi

51 minutes Ago

Messi memiliki klausul 300 juta Euro atau jika dirupiahkan menjadi Rp4,7 triliun.…

BERITA LAINNYA
Video /