Aksi Bunuh Diri Perwira Polisi

Kompolnas Imbau Polri Rutin Evaluasi Psikologis Anggota

Anggitondi Martaon    •    01 November 2015 17:10 WIB
bunuh diri
Kompolnas Imbau Polri Rutin Evaluasi Psikologis Anggota
ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Perwira polisi yang bunuh diri, bukan kali pertama terjadi. Teranyar ialah, kanit Lantas Polsek Cipondoh Iptu Budi Riyono ditemukan tewas dengan luka tembak di kepalanya. 

‎Melihat kejadian ini, Komisioner ‎Komisi Polisi Nasional‎ (Kompolnas) Hamidah Abdurrahman meminta agar Polri untuk rutin mengevaluasi kondisi psikologis perwiranya. Khususnya bagi anggota yang menggunakan senjata api.

"Kalau dulu kita minta kepada semua pimpinan satuan kerja melakukan evaluasi terhadap anggota pejabat polisi yang memegang senjata api, nah itu kalau dilakukan secara berkala mudah dideteksi dia berada dalam kondisi apa," kata Hamidah kepada Metrotvnews.com di Jakarta, Minggu (1/11/2015).

Hamidah menilai, evaluasi psikologis seorang aparat, khususnya yang memegang senjata api harus dilakukan. Hal itu berguna untuk melihat kondisi kejiwaan seorang aparat saat membawa senjata api.‎

"Efek psikologi kejiwaannya, labil atau tidak, masih bisa memegang senjata atau tidak. Jadi harus ada evaluasi memang. Evaluasi bisa dilakukan 6 bulan sekali misalnya," ungkap dia.

Terkait bunuh diri yang dilakukan oleh Kanit Lantas Iptu Budi Riyono, Hamidah menilai itu adalah bentuk keputusasaan dalam menghadapi masalah yang dihadapi. Mengakhiri nyawa sendiri dianggap sebagai jalan keluar.

"Jadi gini, tekanan dari polisi itu datang dari kerjaan, bisa datang dari keluarga. Nah kita melihat ini kalau betul itu motifnya dia berada di cinta segitiga yang mungkin tidak bisa diatasi," ujar dia.


(LDS)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

14 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /