Indra Sjafri: Garuda Muda akan Kalahkan Korsel

- 07 Oktober 2013 01:47 wib
Indra Sjafri--Antara/Hermansyah/cs
Indra Sjafri--Antara/Hermansyah/cs

Metrotvnews.com: Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, mengatakan tak ada yang perlu ditakuti dari tim Korea Selatan (Korsel) U-19. Korsel akan menjadi salah satu lawan timnas U-19 di Pra Piala Asia (PPA) U-19 di Jakarta, 8-12 Oktober 2013. Selain Korsel yang akan dihadapi pada 12 Oktober nanti, timnas U-19 juga akan menghadapi Laos (8/10) dan Filipina (10/10).

Banyak yang beranggapan, Korsel akan menjadi lawan terberat bagi Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan di grup G. Menyusul, skuat yang dilatih Kim Sangho itu merupakan juara bertahan Piala Asia U-19. Belum lagi, rekor gelar mereka di ajang ini yang sudah mencapai 12 kali juara.

Indra pun berusaha untuk membangkitkan motivasi para pemainnya agar tidak ciut nyali saat menghadapi Park Inhyeok dan kawan-kawan.

"Jangan terlalu dibesar-besarkan soal Korsel. Indonesia lebih besar dari Korsel. Sampaikan kepada Korsel, kami akan mengalahkan mereka pada 12 Oktober nanti," ucap Indra, dengan nada berapi-api.

Dia pun tak ingin menganggap remeh Laos dan Filipina. "Kalau mau aman ya memang harus menang di tiga pertandingan. Maka itu, saya ingin fokus dari pertandingan ke pertandingan," Indra menjelaskan.

Berdasarkan regulasi, hanya juara masing-masing grup yang akan lolos otomatis ke putaran final di Myanmar pada 2014. Ditambah, enam runner-up grup terbaik dari sembilan grup yang ada di babak kualifikasi.

Dengan demikian, apabila skuat "Garuda Muda" hanya finis diurutan kedua grup, maka mereka harus bersaing dengan delapan runner-up grup lainnya untuk lolos ke putaran final.(goal.com)

()

INGGRIS
SPANYOL
JERMAN
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.