Ada Tiga Penyebab Industri Padat Karya Jeblok

Husen Miftahudin    •    02 November 2015 12:33 WIB
bkpm
Ada Tiga Penyebab Industri Padat Karya Jeblok
Kepala BKPM Franky Sibarani (kedua dari kiri). (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada triwulan III-2015 sebesar Rp140,3 triliun atau meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sehingga catatan realisasi investasi pada Januari-September 2015 sebesar Rp400 triliun atau meningkat 16,7 persen dibandingkan periode sama di 2014.

Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan, peningkatan tersebut didorong oleh tumbuhnya sektor-sektor prioritas investasi seperti pariwisata yang tumbuh 62,6 persen, industri hilirisasi sumber daya mineral meningkat 66,8 persen, pertanian yang naik 38,2 persen dan sektor-sektor lainnya. Sayangnya, sektor industri padat karya justru jeblok 13,4 persen.

"Untuk sektor-sektor prioritas itu mengalami kenaikan, kecuali industri padat karya yang menurun 13,4 persen. Yang paling besar itu industri makanan dan minuman (mamin)," ujar Franky dalam Diskusi Pakar Perlindungan Investor dan Kepastian Hukum dalam Berinvestasi, di Wisma Bisnis Indonesia, Jalan KH Mas Mansyur No 12A, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).

Franky mengakui, terdapat tiga faktor yang membuat industri padat karya mengalami penurunan pada triwulan III-2015. Kendala terbesar menurut dia adalah kepastian hukum seperti dalam penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang sering alot dibicarakan antara pekerja dan para pengusaha.

"Pemerintah akhirnya menetapkan formula UMR yang berlaku selama lima tahun. Kemudian yang kedua adalah yang terkait dengan keamanan," paparnya.

Selama tiga hingga empat bulan terakhir yang menjadi kendala utama industri padat karya terseok-seok. Faktor keamanan menjadi tanda tanya besar bagi para pengusaha mengingat banyaknya demo para pekerja yang justru membuat pendapatan pengusaha sektor industri padat karya menurun.

"Penetapan UMR harus ditegaskan pemerintah. Demo-demo kemarin kan yang akhirnya jadi korban itu justru para investor. Kemudian ketiga, sektor ini membutuhkan kepastian dalam sumber daya alam (bahan baku untuk produksi), khususnya dengan Eropa dan Amerika," pungkas Franky.


(AHL)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

2 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /