Pj Wali Kota Solo Tetapkan Darurat Bencana APBD

Pythag Kurniati    •    02 November 2015 20:15 WIB
anggaran
Pj Wali Kota Solo Tetapkan Darurat Bencana APBD
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Solo: Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo untuk belanja langsung dan tidak langsung per 30 Oktober masih rendah. Dari Rp1,7 triliun anggaran belanja total APBD baru terelisasi 56,21 persennya. Total anggaran belanja tidak langsung baru terserap 63,08 persen. Sedangkan untuk belanja langsung baru terealisasi 46,48 persen dari total anggaran.

Serapan yang paling kecil adalah Dinas Tata Ruang dan Kota yakni sebesar 17,77 persen dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebesar 15,21 persen. Sedangkan serapan tertinggi yakni Terminal Tirtonadi sebesar 80,97 persen.

Tak heran jika penjabat (pj) Wali Kota Solo, Budi Suharto, memberlakukan tingkatan status layaknya bencana menjelang akhir anggaran 2015 ini. Dalam pidatonya, Budi Suharto mengemukakan menerapkan batasan waktu beserta statusnya.

“Tanggal 1 sampai 30 November status waspada. Tanggal 1 Desember hingga 18 Desember status siaga, dan 19 hingga 31 Desember status awas. Jangan sampai nanti terjadi bencana APBD,” kata dia, Senin (2/11/2015).

Budi mengatakan waktu yang tersisa untuk mengurus dan menuntaskan APBD tinggal 49 hari. Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Solo, Suyamto, mengemukakan beberapa hal yang menyebabkan serapan anggaran belum optimal. 

“Pertama memang tidak menerapkan uang muka, kemudian kesalahan rekening anggaran dan baru dibenarkan pada APBD Perubahan, serta masih ada proses lelang yang baru berjalan terutama yang di APBD Perubahan,” jelasnya.


(UWA)


Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

9 hours Ago

Pengacara yang mewakili dua ultras Roma tersangka penganiayaan suporter Liverpool menyatakan ke…

BERITA LAINNYA
Video /