Komisi VIII Kecewa Pemda Tak Mau Beberkan Pembakar Hutan

Astri Novaria    •    02 November 2015 23:25 WIB
kebakaran hutandpr ads
Komisi VIII Kecewa Pemda Tak Mau Beberkan Pembakar Hutan
Garis polisi terbentang di lokasi eks kebakaran lahan milik perusahaan perkebunan yang berada di kawasan Nyaru Menteng, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu Km 25, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (30/10) Foto Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mempersoalkan pemerintah daerah yang masih enggan membuka data-data pembakar lahan dan hutan. Pemerintah provinsi menurutnya terlalu bersikap hati-hati dan mengulur waktu untuk kejahatan yang sudah merugikan banyak korban.

"Diketahui dari hasil kunjungan kerja kami ke Sumatera Selatan, pemerintah provinsi tidak bisa memberikan data oknum atau perusahaan yang diduga terlibat pembakaran hutan dan lahan. Bila tidak diungkap secara jelas, masyarakat akan sulit untuk memantau dan mengikuti perkembangannya. Padahal, korban dan kerugian yang dirasakan masyarakat semakin meluas," ujarnya, Senin (2/11/2015).

Menurutnya, publik ingin segera mengetahui para pelaku yang membakar lahan dan hutan. Selain mendesak pemprov membuka data pembakar hutan, lebih lanjut kata dia, kunjungan itu juga untuk melihat secara langsung penanganan bencana kebakaran lahan hutan dan asap oleh pemerintah.

"Sampai saat ini, titik api di Sumsel masih sangat banyak. Bahkan dilaporkan, masih terbanyak dari daerah-daerah lain. Apalagi sejauh ini, hujan belum juga turun di Sumsel," katanya.

Setelah melihat langsung kondisi keadaan lahan terbakar, komisi VIII meminta agar upaya pemadaman melibatkan partisipasi banyak pihak. Selain BPBD dan kementerian LHK, BNPB diminta untuk mengikutsertakan masyarakat dan perusahaan-perusahaan yang ada di daerah tersebut agar kebakaran lebih cepat dapat dipadamkan.

"Kita mengapresiasi upaya TNI. Danrem di sini sekaligus ditugaskan menjadi dansatgas penanggulangan karlahut. Merekalah yang bekerja secara terus menerus di lapangan. Kita harus berterima kasih pada TNI yang kelihatannya tidak pernah lelah untuk terus bekerja," ungkapnya.


(ALB)