Industri Pendukung Otomotif

Merasa Dicurangi SPBU, Konsumen Berhak Minta Uji Takaran BBM

Ainto Harry Budiawan    •    03 November 2015 15:53 WIB
pertamina
Merasa Dicurangi SPBU, Konsumen Berhak Minta Uji Takaran BBM
Seorang konsumen melakukan simulasi pengukuran takaran BBM dengan alat ukur. MTVN/ A. Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Memiliki lebih dari 5.000 SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia, tidak dipungkiri kalau ada saja oknum SPBU nakal. Mengurangi takaran jadi salah satu hal yang paling sering dirasakan konsumen.

Sebenarnya jika Anda curiga SPBU tersebut memainkan takaran, Anda sebagai konsumen berhak untuk meminta melakukan uji takaran BBM. Karena ini berkaitan dengan hak Anda, sesuai dengan nominal yang Anda bayarkan.

"Silahkan saja jika merasa dicurangi, kami siap untuk memberikan keyakinan terhadap pelayanan yang diberikan," terang Muhammad Resa, Assistant Manager Brand Communication PT Pertamina (Persero).

Pria berkacamata ini melanjutkan, pengujian dilakukan menggunakan bejana ukur. Takaran yang benar, bila BBM yang keluar dari nozel memenuhi bejana ukur sesuai volume yang diminta.

Kami ada bejana ukur 10 dan 20 liter, toleransi dari Badan Metereologi 0,5 persen. Misalnya setiap 10 liter BBM, kurangnya tidak boleh lebih dari lima mililiter. Kemudian setiap 20 liter, maka tidak lebih dari 10 mililiter.

"Tapi di SPBU 'Pasti PAS', standar dari Badan Metereologi kita perkecil lagi sampai 0,3 persen saja," timpal Awan Raharjo, Senior Sales Executive Jaksel-Jaktim PT Pertamina (Persero).

Awan ikut menambahkan, jika operator memainkan nozel dengan 'cetak-cetek' itu bukan menahan BBM yang keluar, tetapi karena pada nozel memiliki tiga pengaturan kecepatan. Serta menjamin agar BBM yang keluar tidak tumpah.


(UDA)


Video /