Harga Minyak Mentah Tertekan Data Tiongkok & Rusia

   •    03 November 2015 08:57 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Mentah Tertekan Data Tiongkok & Rusia
Ilustrasi kilang minyak -- REUTERS/Axel Schmidt

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak dunia turun pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah produksi manufaktur Tiongkok terus mengalami kontraksi dan produksi minyak Rusia mencapai rekor tertinggi baru.

AFP melansir, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (3/11/2015), prospek melemahnya permintaan di Tiongkok, konsumen energi terbesar di dunia, dan peningkatan produksi Rusia menambah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak global yang telah mendorong harga lebih rendah lebih dari 50 persen sejak pertengahan 2014.

Setelah tiga sesi berturut-turut naik pekan lalu, harga patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember ditutup pada USD46,14 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 45 sen dari penutupan Jumat lalu. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, patokan minyak dunia, jatuh 77 sen menjadi USD48,79 per barel di perdagangan London.

"Secara keseluruhan ini hanya sebuah pasar yang kelebihan pasokan dengan permintaan yang tidak benar-benar cukup untuk membuat orang bersemangat," kata Kyle Cooper di IAF Advisors.

Indeks pembelian manajer (PMI) resmi Tiongkok untuk sektor manufaktur menunjukkan aktivitas menyusut pada Oktober untuk bulan ketiga berturut-turut. "PMI Tiongkok hanya sedikit mengecewakan, tapi itu cukup untuk memperbaharui sentimen 'bearish' di seluruh pasar minyak," kata John Kilduff dari Again Capital.

Tim Evans dari Citi Futures mengatakan tidak ada urgensi untuk melakukan penjualan pada Senin meskipun ada berita Tiongkok dan Rusia atau Iran bergerak lebih dekat dengan pencabutan sanksi internasional, yang telah membuat ekspornya tertatih-tatih.

"Sebuah pelambatan ekonomi di Tiongkok dan perkembangan nuklir Iran rupanya tidak membuat berita lebih panjang, setidaknya sejauh pasar minyak yang bersangkutan," kata Evans.

"Kami melihat kepuasan berisiko mengenai kelebihan fisik yang sedang berlangsung." Produksi minyak Rusia memecahkan rekor pasca-Soviet pada Oktober, naik menjadi 10,78 juta barel per hari, menurut Bloomberg News.

Meskipun produksi Arab Saudi berkurang pada bulan lalu, sekitar 10,1 juta barel per hari, kerajaan ini tetap menjadi eksportir minyak mentah terbesar di dunia.


(AHL)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

1 day Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /