Harga Komoditas Pangan & Energi Dorong Deflasi di DKI Jakarta

Eko Nordiansyah    •    03 November 2015 10:45 WIB
bank indonesiainflasi deflasi
Harga Komoditas Pangan & Energi Dorong Deflasi di DKI Jakarta
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi DKI Jakarta mencatat, deflasi di Jakarta sebesar 0,05 persen (mtm) atau mencapai inflasi sebesar 6,76 persen (yoy) bila dibandingkan dengan Oktober 2014, menurun dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,01 persen (mtm) atau 7,24 persen (yoy).

"Perkembangan harga-harga di DKI Jakarta pada Oktober 2015 mengalami deflasi akibat koreksi harga komoditas pangan dan penyesuaian harga komoditas energi," ujar Kepala Kpw BI Provinsi DKI Jakarta Doni P Joewono seperti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Doni menambahkan, kondisi ini mencerminkan tekanan inflasi yang rendah, seiring dengan terjaganya pasokan pangan di tengah masih berlanjutnya musim kering akibat El-Nino dan masih rendahnya daya beli masyarakat.

Berdasarkan kelompoknya, deflasi yang terjadi terutama bersumber dari turunnya harga-harga pada kelompok bahan pangan (volatile food) dan kelompok komoditas yang harganya diatur oleh pemerintah (administered prices). Sementara kelompok komoditas inti tetap mengalami inflasi namun dengan angka yang juga rendah.

Koreksi harga pada beberapa komoditas pangan terutama terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan, daging, ikan segar, dan sayur-sayuran.

"Melimpahnya pasokan menjadi pendorong koreksi harga komoditas-komoditas tersebut di pasar-pasar Jakarta. Berbagai penurunan menyebabkan deflasi pada subkelompok bahan makanan sebesar 1,16 persen (mtm)," lanjut dia.

Deflasi juga terjadi pada kelompok administered prices yang disebabkan oleh turunnya harga pada beberapa komoditas subkelompok bahan bakar, penerangan dan air serta subkelompok transpor. Penurunan harga gas elpiji 12 kg menyebabkan deflasi komoditas bahan bakar rumah tangga. Demikian juga kebijakan penurunan tarif listrik, terutama untuk pelanggan industri kelompok I3 dan I4.

Penurunan tekanan pada inflasi inti disumbangkan oleh deflasi subkelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga. Selain itu, tekanan inflasi yang menurun pada bulan ini juga disebabkan oleh menurunnya permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditas lainnya yang tergabung dalam subkelompok makanan jadi dan kelompok sandang.

"Sehingga kedua kelompok komoditas tersebut mencatat inflasi relatif rendah, yaitu masing-masing 0,13 persen dan 0,75 persen. Kondisi ini mengonfirmasi belum adanya perbaikan daya beli masyarakat yang cukup berarti," pungkasnya.


(AHL)


Video /