PLN Diminta Kaji Ulang Pencabutan Subsidi Listrik

Husen Miftahudin    •    03 November 2015 15:24 WIB
pln
PLN Diminta Kaji Ulang Pencabutan Subsidi Listrik
PLN, ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) tengah melakukan persiapan untuk mencabut subsidi listrik kepada 23 juta pelanggan yang ada di seluruh Indonesia. PLN berkilah bahwa pencabutan tersebut hanya kepada pelanggan yang tidak masuk dalam kategori miskin dan rentan miskin tetapi menggunakan daya listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar menyesali langkah PLN tersebut. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai akan berdampak pada kondisi perkembangan masyarakat yang ada di pedesaan.

"Tentu ini harus dikaji kembali mengenai pencabutan subsidi itu karena ini berdampak pada masyarakat kita di pedesaan. Meskipun juga yang harus diperbaiki ini adalah soal data masyarakat kita yang membutuhkan subsidi itu, karena problem dari dulu hingga sekarang itu menjadi problem yang sangat serius," ujar Marwan, ditemui dalam acara Border Investment Summit, di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 71-73, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2015).

Padahal, pencabutan subsidi listrik tersebut untuk meminimalkan jumlah pelanggan listrik bersubsidi dari kalangan masyarakat mampu. PLN saat ini tengah memilah pelanggan yang masuk dalam kategori miskin, pasalnya dari 45,36 juta pelanggan listrik berdaya 450 VA dan 900 VA, sebanyak 23 juta diantaranya disinyalir tidak berhak mendapatkan subsidi listrik.

Ia memaparkan, masyarakat yang ada di pedesaan, daerah pulau-pulau terluar, serta masyarakat perbatasan masih membutuhkan subsidi listrik. Marwan menyebut, saat ini sebanyak 13 ribu desa yang ada di Indonesia masih belum teraliri listrik.

"Ini perlu kerja serius dari kita semua dan kita berharap kementerian yang secara tupoksi (tugas pokok dan fungsinya) mengurusi masalah energi, itu harus memperhatikan desa-desa kita yang kurang lebih ada 13 ribu desa yang membutuhkan listrik. Rata-rata di luar Pulau Jawa 13 ribu desa itu dan lebih khsususnya mayoritas di perbatasan," tegas Marwan.


(SAW)


<i>Jersey</i> Prancis Masih Laris di Moskow

Jersey Prancis Masih Laris di Moskow

1 day Ago

Perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia telah usai, namun tidak membuat Kota Moskow sepi. Kawasan suv…

BERITA LAINNYA
Video /