Menteri Desa Ajak Pemodal Berinvestasi di Daerah Perbatasan

Mohammad Adam    •    03 November 2015 15:53 WIB
investasiperbatasandesa tertinggal
Menteri Desa Ajak Pemodal Berinvestasi di Daerah Perbatasan
Marwan Jafar. (Foto: Dokumentasi Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mempercepat pembangunan kawasan perbatasan negara menjadi program penting yang terus diupayakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Salah satunya dengan mengajak para investor untuk mengambil peluang menanamkan modal di perbatasan Negara yang sangat menggiurkan.

“Perbatasan kita kaya potensi. Makanya kita perlu ajak para investor untuk masuk dan mengambil peluang ini, sekaligus ikut mempercepat pembangunan di desa-desa perbatasan negara,” ujar Menteri Desa, Marwan Jafar, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2015).

Ajakan ini juga disampaikan Marwan saat membuka Border Investment Summit, di Jakarta.

Ia menjelaskan, forum yang diikuti 41 pemerintah daerah perbatasan, para investor, pelaku indisutri, akademisi itu sengaja digelar untuk bertukar informasi sekaligus menggali informasi akurat tentang peluang berinvestasi di daerah perbatasan.
 
“Investor butuh informasi akurat tentang kondisi fisik lokal, aksesibilitas dan alternatif pengembangan komoditas unggulan di perbatasan. Termasuk gambaran tentang analisis kelayakannya,” kata Marwan.

Salah satu potensi bisnis di perbatasan, ia melanjutkan, adalah investasi di bidang agribisnis. Untuk itu, perlu ada kombinasi faktor-faktor sumber daya alam dan manusia secara optimal, dipadukan dengan kejelian memilih jenis usaha. Jenis-jenis usaha tersebut meskipun dinilai mempunyai prospek investasi yang baik, namun masing-masing memiliki kekhususan, terutama dalam hal peluang pasar dan pemasaran baik di pasar domestik maupun pasar global.

“Makanya peluang ada, potensinya ada, sekarang tinggal bagaimana cara efektif agar investasi di perbatasan itu segera terealisasi dan masyarakat perbatasan bisa segera maju dan bisa menikmati pembangunan,” kata Marwan.

Menurut Marwan, pemerintah saat ini terus membangun aset di daerah perbatasan, seperti sarana dan prasarana dasar, sarana dan prasarana transportasi dan konektivitas antar pulau di daerah perbatasan, serta sarana penunjang lainnya yang akan mendukung pengembangan investasi lainnya. Potensi dan aset tersebut merupakan modal awal yang dapat didayagunakan oleh semua pihak, termasuk oleh pihak swasta, yang akan mengurangi biaya awal investasi secara keseluruhan.

“Peran pihak tentu sangat dibutuhkan, yakni dalam bentuk penyertaan modal, penerapan teknologi, dan manajemen pemasaran diharapkan sekaligus dapat meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan dan wilayah sekitarnya. Kita yakin, daerah perbatasan nantinya akan maju, memiliki daya saing yang kuat, dan aman,” kata Marwan.

Ia menambahkan, ada tiga kategori usaha yang dapat dikembangkan pihak swasta di daerah perbatasan, meliputi kegiatan usaha primer, sekunder, dan tersier. Kegiatan sektor ekonomi primer berupa pengembangan pertanian dalam arti luas, perkebunan dan peternakan, serta pengembangan usaha ekstraktif di bidang perikanan, kehutanan, dan pertambangan.

Adapun sektor usaha sekunder diantaranya meliputi potensi industri rumah tangga dan agroindustry. Sedangkan sektor ekonomi tersier meliputi jasa pelayanan, jasa konstruksi, dan jasa perdagangan, maupun jasa lainnya.
 


(ADM)


Video /