Distan KP Kota Bandung Giatkan Petani Sayuran Hidroponik

Roni Kurniawan    •    04 November 2015 11:44 WIB
pertanian
Distan KP Kota Bandung Giatkan Petani Sayuran Hidroponik
Foto: Kadistan KP Kota Bandung Elly Wasliah bersama istri Gubernur Jawa Barat, Netty Heryawan saat panen sayuran hidroponik di Kota Bandung, Jawa Barat/MTVN_Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Bercocok tanam di lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun atau lahan tidur menjadi kegiatan warga Bandung, Jawa Barat. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung menargetkan 302 rukun warga (RW) di Kota Bandung ikut dalam program Kampung Berkebun ini.

"Pada 2014 kan ada 151 RW di Bandung yang jadi percontohan. Satu kelurahan satu RW. Nah, untuk tahun ini rata-rata satu kelurahan menjadi dua RW. Jadi, tahun ini ada 302 RW yang ikut serta dalam program Kampung Berkebun," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah di kantornya, di Jalan Arjuna, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/11/2015)

Diakui Elly, selama ini Kota Bandung selalu ketergantungan atas daerah lain untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Bahkan, sebanyak 96 persen kebutuhan masyarakat bergantung pada pasokan dari luar Kota Bandung.

"Bandung harus jadi produsen sayur dan tidak tergantung dari kabupaten/kota lain. Karena 96 persen kebutuhan seperti ikan daging kan tergantung dari luar Bandung. Nah kalo sayuran harus jadi produsen," imbuh dia.

Menurut Elly, sejak program kampung berkebun diluncurkan pada pertengahan 2014 lalu, tingkat keberhasilannya mencapai 70 persen. Distan KP pun terus melakukan pendampingan kepada setiap RW yang ditunjuk menjadi percontohan dengan melibatkan kurang lebih 50 relawan yang berasal dari berbagai unsur.

"Relawan ini berperan untuk membantu dari mulai penyuluhan hingga  praktik di lapangan. Kalau untuk pengadaan peralatannya seperti pipa atau pun yang lainnya, setiap RW menggunakan alokasi dana dari PIPPK," ujar dia.

Elly mengatakan, melalui program ini warga dilatih menanam sayuran dan buah-buahan dengan cara hidroponik yakni budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Selain itu, warga juga diajarkan teknik menanam di halaman, atap, atau dinding rumah.

"Masyarakat menjadi sadar bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat membantu kebutuhan pangan secara optimal. Sehingga komoditas seperti sayuran dapat dipenuhi secara mandiri, tanpa harus membeli," pungkas dia.


(TTD)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

2 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /