Konflik Bantar Gebang, Penghasilan Pengepul Sampah Terjun Bebas

Damar Iradat    •    04 November 2015 12:54 WIB
sampah jakarta
Konflik Bantar Gebang, Penghasilan Pengepul Sampah Terjun Bebas
TPST Bantar Gebang--Metrotvnews.com/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Bekasi: Kisruh pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, berdampak bagi pengepul sampah di sekitar tempat sampah raksasa itu. Mereka merugi karena konflik makin runyam.

Sejumlah pengepul mengaku, penghasilan mereka langsung terjun bebas begitu konflik pengelolaan Bantar Gebang, meletus. Sudah begitu, sudah beberapa hari ini, pasokan sampah dari DKI macet.

"Ada pengaruhnya, penghasilan saya berkurang. Seminggu biasanya bisa dapat Rp300.000, tapi sekarang cuma Rp150.000. Sudah dua minggu penghasilan berkurang. Sekarang ngumpul sampah-sampah lama saja, tapi dijualin juga enggak bisa," kata Samin, 65, pengepul di Kelurahan Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi, Rabu (4/11/2015).

Samin bersama pengepul lainnya biasa memunguti sampah plastik, seperti ember, botol air mineral bekas, dan karpet. Ban bekas, kata Samin, juga lumayan laku dijual ke pabrik.

Mayoritas mata pencaharian warga di Kelurahan Cikiwul, Kelurahan Ciketing Udik, dan Kelurahan Sumur Batu, adalah pengepul. Dari sampah mereka bertahan hidup. "Pengepul banyak. Bisa ada ribuan. Saya dari awal sudah jadi pengepul di sini," cerita Samin.

Samin tak ingat pasti kapan dirinya mulai menjadi pengepul. Yang ia tahu, dirinya sudah mengepul sampah di Bantar Gebang, selama kurang lebih 20 tahun.

Ia pun menyayangkan konflik yang terjadi di kalangan atas. Masalahnya, jika konflik berkelanjutan, pengepul merasa jadi pihak yang dirugikan.

Selama konflik terjadi, jam kerja pengepul pun tak tentu. Truk DKI yang biasa membawa sampah pun kini datangnya tak menentu. "Kalau enggak ada konflik begini kerja dari pagi sampai sore. Tapi, karena (truk sampah) ditahan, berangkatnya malam semua pengepul," paparnya.

Lina, 45, warga lainnya juga mengeluhkan konflik yang terjadi. Suaminya yang sehari-hari jadi pengepul pun kini pendapatannya tidak pasti.

"Enggak ada yang enggak nyari (sampah). Laki saya juga nyari. Orang sini mah jarang pulang. Nyari semua. Saya sih pengennya cepet selesai saja lah. Orang sini kan usahanya limbah semua. Enggak bisa protes juga saya mah," keluhnya.

Masalah soal TPST Bantar Gebang semakin berbelit. DPRD Bekasi awalnya hanya ingin meminta kejelasan soal poin-poin yang dilanggar dalam perjanjian antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait TPST Bantar Gebang.

Ahok yang dipanggil oleh DPRD Bekasi geram. Ia malah menuding ada permainan antara DPRD dengan PT GTJ sebagai pengelola TPST.

Ahok bahkan bersikeras bakal menutup Bantar Gebang serta memutus kontrak kerja dengan PT GTJ. Sementara itu, DPRD Bekasi juga tidak gentar dan akan terus melanjutkan proses evaluasi terkait poin-poin yang dilanggar DKI dalam perjanjian.


(YDH)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /