Politikus Demokrat Diperiksa Terkait Suap Dewie Limpo

M Rodhi Aulia    •    04 November 2015 12:55 WIB
suap pltu di papua
Politikus Demokrat Diperiksa Terkait Suap Dewie Limpo
KPK----MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi. Politikus Partai Demokrat itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus yang melibatkan mantan politikus Hanura Dewie Yasin Limpo.

"Mulyadi diperiksa sebagai saksi untuk DYL," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2015).

Selain memeriksa Mulyadi, Komisi juga memeriksa dua saksi lain. Mereka adalah Ita, pegawai PT Peniti Valasindo, dan Ida Nuryatin, pegawai Direkotrat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Diduga, Mulyadi dan Ida bakal dikorek tentang pembahasan anggaran buat proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Deiyai tahun anggaran 2016. Selaku pimpinan Komisi, Mulyadi diduga mengetahui proyek tersebut sempat diajukan dalam RAPBN 2016. Adapun Ida diduga mengetahui perencanaan proyek di Kementerian.

Sementara Ita diduga bakal dikorek soal penukaran duit yang dilakukan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Deiyai, Iranius Adi, dan Direktur PT Abdi Bumi Cendrawasih, Setiadi.

Namun, Yuyuk tak mau menjelaskan lebih jauh soal pemeriksaan ketiga saksi. Menurut Yuyuk, ketiga saksi dipanggil untuk kepentingan penyidikan.

"Mereka diperiksa karena keterangannya dibutuhkan penyidik," tegas Yuyuk.

Dewie ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada 20 Oktober 2015. Dia dicokok bersama Rinelda Bandaso, Bambang Wahyu Hadi, Iranius Adi, dan Setiadi.

Iranius dan Setiadi diduga sebagai pemberi suap. Keduanya dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, dan Bambang Wahyu Hadi diduga sebagai penerima suap. Mereka diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


(TII)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /