Tentara Tembak Warga Sipil di Bogor, Panglima TNI Minta Maaf

Desi Angriani    •    04 November 2015 13:01 WIB
penembakan
Tentara Tembak Warga Sipil di Bogor, Panglima TNI Minta Maaf
Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang prajurit TNI menembak warga sipil hingga tewas di Bogor, Jawa Barat. Insiden ini memaksa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf.

Permintaan maaf disampaikan Gatot di Istana Negara. Mantan Kepala Staf Angkata Darat itu memastikan pelaku dicopot dari jabatannya.

"Kejadian penembakan ini, saya selaku panglima TNI mohon maaf atas kejadian yang dilakukan oleh anggota saya. Itu tidak boleh terjadi. Itu sanksinya pemecatan," kata Gatot, Rabu (4/11/2015).

Gatot memastikan, kejadian itu akan diproses secara hukum dengan menggelar sidang terbuka. Sidang militer terbuka dimaksudkan untuk menghindari opini publik atas keringanan hukuman bagi oknum tentara.

"Dengan demikian maka masyarakat bisa mengetahui, karena kalau tidak seolah-olah TNI membuat persidangan nanti membuat keringanan," imbuhnya.

Sementara itu, sanksi hukum baru dapat ditentukan setelah hasil penyidikan dan persidangan rampung. Sementara untuk sanksi pemecatan, Gatot mengatakan, anggota Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu sudah diberhentikan sejak kejadian tersebut.

"Apa pun, menghilangkan nyawa orang lain, sengaja tidak sengaja, apalagi oleh aparat, itu sanksinya pemecatan. Sudah pasti," tambah dia.

Gatot mengaku bakal melakukan pengetatan penggunaan senjata. Senjata hanya diperbolehkan bagi perwira TNI. Kecuali bagi Bintara dan Tamtama yang tengah melaksanakan tugas.

"Saya sudah perintahkan KSAD untuk mengevaluasi, tingkatan-tingkatan apa yang membawa senjata. Penggunaan senjata hanya perwira," pungkas dia.

Selasa pukul 16.30 WIB kemarin, Japra tewas mengenaskan usai ditembak Serda YH, anggota Kostrad Cilodong. Peristiwa berawal saat korban yang menggendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi B 6108 PGX berserempetan dengan pelaku yang menggunakan mobil Honda CRV silver F 1239 DZ di Jalan Ciriung, Cibinong.

Pelaku yang tidak terima atas kejadian itu mengejar Japra karena korban tidak berhenti dan meminta maaf. Keduanya akhirnya berhadap-hadapan di Jalan Mayor Oking, depan SPBU Ciriung, Cibinong.

Serda YH mengeluarkan senjata api dan menembak Japra pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal. Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Tk. I R.Said Sukanto Kramat Jati, sedangkan pelaku diserahkan ke Subdenpom Cibinong, Bogor.


(KRI)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

2 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /