Kadin dan KSOP Minta Bongkar Muat Batu Bara di Cirebon Dilanjutkan

Ahmad Rofahan    •    04 November 2015 15:21 WIB
pelindo
Kadin dan KSOP Minta Bongkar Muat Batu Bara di Cirebon Dilanjutkan
Dialog warga terdampak bongkar muat batu bara Pelabuhan Cirebon bersama Kadin, KSOP, DPRD, dan pemerintahan setempat. (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Kepala Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cirebon, meminta wali kota memberikan kesempatan pada PT Pelindo II untuk melakukan pembenahan atas polusi debu batu bara yang dikeluhkan masyarakat.

Kepala KSOP Kelas II Cirebon, Akhriadi menyebutkan, hasil uji yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di empat titik Kota Cirebon, hanya satu titik saja yang polusinya melampaui ambang batas. Oleh karena itu, saat ini pihaknya sedang mendorong PT Pelindo II melakukan pembenahan agar polusi yang berada di atas ambang itu segera diminimalisir.

"Sesuai laporan, hanya satu titik saja yang melampaui ambang batas,” kata Akhriadi, dalam pertemuan dengan masyarakat, wali kota, DPRD dan sejumlah instansi terkait di Kantor Wali Kota Cirebon, Rabu (04/11/2015).

Namun pernyataan Akhriadi dibantah oleh Katua Tim Verifikasi Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup (PSLH), Suharno. Menurutnya, saat timnya melakukan pengujian, ada indikasi bocornya informasi rencana tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak bersandarnya tiga kapal tongkang dan tidak adanya aktivitas bongkar muat batu bara selama dilakukan uji sampel.

“Saat kami uji sampel, tidak ada aktivitas. Tapi saat kami datang malam harinya, ternyata terjadi aktivitas bongkar muat,” kata Suharno.

Sehingga, hasil uji sampel yang menyebutkan hanya satu titik saja yang melampaui ambang batas, tidak bisa dijadikan rujukan.

Sedangkan Ketua Kadin Kota Cirebon Yuyun Wahyu Kurnia, meminta wali kota memberikan kesempatan kepada pihak pelabuhan untuk melakukan perbaikan.

Sebab, saat ini terdapat 40 pengusaha dan 5 asosiasi yang menggantungkan hidup di Pelabuhan Cirebon. Selain akan membuat banyaknya masalah yang akan dialami oleh ribuan tenaga kerja di Cirebon, puluhan tenaga kerja lainnya di Jawa Barat juga cukup bergantung pada batu bara pelabuhan Cirebon.

“Banyak masyarakat di luar Cirebon yang bergantung pada batu bara Cirebon. Jadi mohon dipertimbangkan tentang masalah penutupan ini,” kata Yuyun.

Pernyataan Yuyun mendapatkan reaksi cukup keras dari masyarakat yang hadir. Suasana pertemuan sempat gaduh, karena masyarakat menganggap Yuyun lebih mementingkan warga di luar Cirebon.

“Kami yang sakit Pak, silakan bawa saja bongkar muat batu baranya ke sana,” teriak warga menanggapi pernyataan Yuyun.

Hingga berita ini disusun, belum ada keputusan ihwal bongkar muat di Pelabuhan Cirebon yang dikelola PT Pelindo II itu. (san)


(SAN)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /