Pemkot Tangsel Ingin Sekolah Cegah Bahaya Narkoba

Arga sumantri    •    04 November 2015 15:32 WIB
tangerang selatan
Pemkot Tangsel Ingin Sekolah Cegah Bahaya Narkoba
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie - MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Tangsel mensosialisasikan bahaya narkoba di sekolah. Upaya ini jadi satu langkah antisipasi lantaran Kota Tangsel masuk kategori wilayah potensial peredaran narkoba.

"Posisi kami (Tangsel) yang berbatasan dengan kawasan pertumbuhan nasional juga regional ini, cukup rawan masuk pengaruh buruk, termasuk narkoba. Sebisa mungkin ini mesti kita cegah," kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat kegiatan sosialisasi narkoba di SMKN 3 Tangsel, Setu, Tangsel, Banten, Rabu (4/11/2015).

Menurut Benyamin, ada fakta yang memberi indikasi rawannya Tangsel jadi wilayah peredaran narkoba. Temuan rumah yang jadi pabrik sabu di Tangsel, serta pengungkapan kepolisian setempat terhadap narkotika jenis ganja dalam jumlah yang besar. Hal ini cukup memberi indikasi rawannya narkotika di Tangsel.

Belum lagi, kata dia, tercatat setidaknya ada 84 warga Tangsel yang mesti masuk panti rehabilitasi pecandu narkoba. Sebanyak 40 orang bahkan harus menjalani rawat inap.

"Itu saja sudah menggambarkan bahwa ada potensi narkoba di Tangsel ini," ungkap pria yang akrab disapa Bang Ben itu.

Sehingga, lanjut Benyamin, dirinya berharap kegiatan sosialiasi di tingkat sekolah punya dampak positif. "Dan dapat timbul kesadaran luar biasa yang berujung pada perlawanan masif terhadap narkoba," tambah Benyamin.
 


(TII)