Tentara Penembak Tukang Ojek Mengidap John Wayne Syndrome

Wanda Indana    •    05 November 2015 05:48 WIB
penembakan
Tentara Penembak Tukang Ojek Mengidap John Wayne Syndrome
Reza Indragiri dok.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri menyebut anggota TNI, Serda YH, yang menembak mati Japra, tukang ojek di Cibinong mengidap efek John Wayne Syndrome (JWS). Dia bilang, efek JWS sering diidap personel kepolisian dan militer.

"Orang yang bekerja dengan status berseragam apalagi punya senjata, apalagi di tubuhnya banyak atribut kepangkatan, mereka cenderung akan mengidap istilah populer dalam psikologis forensik yang dikenal sebagai John Wayne Syndrome," kata Reza saat berbincang dengan Metrotvnews.com Rabu (04/11/2015).

Reza menjelaskan, JWS berasal dari sebuah nama tokoh koboi, John Wayne, yang tidak pernah mengeluh menjaga keamanan selama 24 jam penuh. Sayangnya, John Wayne merupakan tokoh fiksi yang tidak akan pernah muncul dalam dunia nyata.

"Dia (John Wayne) tidak pernah mengeluh takut, sakit, tidak pernah sedih, menangis, lelah, dan seterusya. Sayangnya, John Wayne itu hanya ada di dunia fiksi, sementara Polisi dan Tentara itu pasti tidak akan imun terhadap stres," jelas dia.

Lebih lanjut, Psikolog dari Universitas Bina Nusantara ini menuturkan, tuntutan tugas polisi atau tentara untuk selalu siap 24 jam selalu mengahdirkan sumber stres tersendiri. Ditambah lagi, kata Reza, intansi tempat Polisi dan Tentara bertugas kurang mempedulikan kondisi psikologis para anggota.

"Sesungghnya seberapa jauh kepedulian lembaga atau organisasi terhadap stres yang dialami oleh para personelnya, saya yakin sangat-sangat kecil. Itu sebebabnya di administrasi kepolisian atau militer yang namanya SDM wabil khusus biro konseling psikologi itu tidak dianggap sebagai sebuah biro yang prestisius sifatnya," pungkas reza.

Selasa, 3 November pukul 16.30 WIB, Japra tewas mengenaskan usai ditembak Serda YH, anggota Kostrad Cilodong. Peristiwa berawal saat korban yang menggendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi B 6108 PGX berserempetan dengan pelaku yang menggunakan mobil Honda CRV silver F 1239 DZ di Jalan Ciriung, Cibinong.

Pelaku yang tidak terima atas kejadian itu mengejar Japra karena korban tidak berhenti dan meminta maaf. Keduanya akhirnya berhadap-hadapan di Jalan Mayor Oking, depan SPBU Ciriung, Cibinong.

Serda YH mengeluarkan senjata api dan menembak Japra pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal. Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Tk. I R.Said Sukanto Kramat Jati, sedangkan pelaku diserahkan ke Subdenpom Cibinong, Bogor.


(REN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

10 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /