Agar Tak Menumpuk, Wali Kota Jaksel Instruksikan Lurah & Camat Bakar Sampah

Nelly Marlianti    •    05 November 2015 09:30 WIB
sampah jakarta
Agar Tak Menumpuk, Wali Kota Jaksel Instruksikan Lurah & Camat Bakar Sampah
Ilustrasi--Antara/Irene Renata

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi menginstruksikan lurah dan camat untuk melakukan pembakaran sampah. Hal tersebut guna meminimalisir penumpukan sampah akibat tidak terangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

"Makanya saya sudah sampaikan pada camat dan lurah agar kalau bisa sampah yang bisa dibakar, itu dibakar saja daripada tidak terangkut," ujar Tri, Rabu (4/11/2015).

Tri juga menginstruksikan agar sampah-sampah yang ada di wilayahnya dipilah-pilah untuk diserahkan ke bank sampah. Atau dijadikan kompos.

Di wilayah Jakarta Selatan, sudah ada beberapa kawasan yang dijadikan tempat untuk pembangkaran pupuk kompos. Wilayah tersebut di antaranya, Gandaria Selatan, Gandaria Utara, Jagakarsa, Lenteng Agung.

"Sebenarnya, sampah-sampah ini kalau bisa diolah ini duit loh. Sayang saja tidak ada yang tahu. Padahal ini kalau dikelola dengan baik sangat menguntungkan," tukasnya.

Sampah-sampah domestik menggunung di kawasan Depo Kebon Baru, Taman Honda Tebet, Kalibata, dan Lenteng Agung. Tumpukan sampah juga terlihat di depo pembuangan sampah di Kecamatan Pancoran, tepatnya di Jalan DPR, dekat Stasiun Kalibata Jakarta Selatan.

Penumpukan sampah terjadi, akibat aksi pengadangan akses masuk ke TPST Bantar Gebang, Bekasi.

Kesulitan mengangkut sampah juga ke Bantar Gebang juga dirasakan para pengangkut sampah gerobakan yang mengambil sampah dari rumah warga. Ada lebih 40 unit gerobak sampah yang menunggu masuk ke dalam depo untuk membuang sampah. Namun, sampah tersebut justru tidak bisa diangkut lantaran sampah di dalam depo menumpuk. Akibatnya, para pengangkut gerobak sampah ikut mengantre membuang sampah ke depo sampah.

Jarwo, petugas pengangkut sampah yang biasa mengangkut sampah di kawasan Rawajati, Jakarta Selatan, mengaku tidak bisa mengangkut sampah dari rumah-rumah warga.

"Ya jadi enggak bisa mengangkut, mau bagaimana mengangkut sampah dari rumah warga. Ini saja gerobaknya masih penuh sampah, belum diturunin. Masih ngantre," kata Jarwo.


(YDH)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

18 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /