JK Sebut Tax Amnesty Harus Berbentuk UU

Dheri Agriesta    •    05 November 2015 15:28 WIB
tax amnesty
JK Sebut <i>Tax Amnesty</i> Harus Berbentuk UU
Wakil Presiden Jusuf Kalla (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan perihal tax amnesty belum dibicarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Perihal ini akan dibicarakan pada sidang paripurna yang akan datang.

"Ya itu harus berbentuk undang-undang kan. Itu belum dibicarakan di DPR. Mungkin dibicarakan pada sidang yang akan datang," kata JK, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2015).

JK mengaku memang ada usaha keras untuk memenuhi penerimaan pajak tahun depan. Dalam hal ini, aku JK, ada usaha yang akan dilakukan pemerintah. Bahkan, ada revaluasi aset yang bisa menambah penerimaan pajak di samping usaha lain yang biasa dilakukan. Pemerintah juga melakukan pengampunan pajak (tax amnesty).

Menurut JK, tax amnesty hanya dilakukan sekali. Sisanya, pemerintah akan berusaha meningkatkan volume perdagangan. "Tapi itukan (tax amnesty) cuma sekali saja. Selanjutnya akan meningkatkan volume perdagangan," jelas JK.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito mengatakan, jika tax amnesty sudah dimasukkan ke dalam UU APBN 2016. Artinya, kebijakan pengampunan pajak tersebut akan diterapkan secara efektif tahun depan guna menggenjot penerimaan negara dari sektor perpajakan yang rencananya disepakati Rp1.546,7 triliun.

Pihaknya pun telah menghitung potensi yang didapat ketika tax amnesty diterapkan yakni sebesar Rp60 triliun untuk tahun pertama di mana tarifnya yakni empat persen di enam bulan pertama, dan enam persen di enam bulan kedua.


(ABD)

Alves tak Terkejut dengan Performa Menawan Neymar
Paris Saint-Germain vs Celtic

Alves tak Terkejut dengan Performa Menawan Neymar

19 hours Ago

Neymar berhasil menyarangkan sepasang gol ke gawang Celtic  pada menit ke-9 dan menit ke-2…

BERITA LAINNYA
Video /