Setiap Jam, 3 Balita di Indonesia Meninggal Akibat Pneumonia

Yogi Bayu Aji    •    06 November 2015 19:22 WIB
kesehatan anak
Setiap Jam, 3 Balita di Indonesia Meninggal Akibat Pneumonia
Ilustrasi. (Foto:Antara/Jessica Wuysang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada 2014 ditemukan sebanyak 600.682 kasus pneumonia pada balita, dan 5,3 persen di antaranya adalah penderita pneumonia berat. Dari angka itu, diperkirakan 19 ribu Balita meninggal dalam satu tahun di Indonesia.

"Artinya, 2-3 balita setiap jam meninggal karena pneumonia" kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr Sigit Prohutomo, MPH dalam diskusi dalam Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2015).

Menurut dia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, penyebab kematian bayi terbanyak adalah karena diare (31,49%) dan pnemonia (23,8%). Sementara untuk balita, penyebab kematian terbanyak karena diare (25,2%) dan pnemonia (15,5%) .

"Riskesdas 2013 periode prevalensi pneumonia balita Indonesia adalah 1,85 persen," tambah dia.

Menurut Sigit, Case Fatality Rate (CFR) pneumonia yakni sebesar tiga persen, atau sekitar tiga dari 100 balita Indonesia yang terkena pneumonia meninggal. "CFR dari Pneumonia Berat sekitar 60 persen, artinya 60 dari 100 balita yang mengalami pneumonia berat," tambah dia.

Di tingkat dunia, 5,9 juta balita meninggal dan 944.000 di antaranya meninggal karena penyakit infeksi yang merusak jaringan paru-paru pertukaran oksigen tersebut. Dan, sebanyak 99 persen kematian anak karena pneumonia ada di negara berkembang.

"Pneumonia di negara maju banyak disebabkan virus, sedangkan negara berkembang oleh bakteri," jelas dia.

Sigit memaparkan, beragam upaya sudah dilakukan Kementerian Kesehatan untuk menangani penyakit ini. Kementerian, kata dia, sudah membuat pedoman, pelatihan pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), hingga pemberian imunisasi pneumonia.

Kemenkes juga akan menggelar peringatan Hari Pneumonia Sedunia yang jatuh pada 12 November mendatang. Harapannya, acara ini nantinya akan meningkatkan kepedulian publik terhadap pneumonia karena hingga kini kesadaran akan penyakit ini masih rendah.


(LOV)


Video /