Akhir Tahun, PLN Klaim Menyanggupi Revisi RUPTL Selesai

Annisa ayu artanti    •    06 November 2015 19:25 WIB
plnproyek 35.000 mw
Akhir Tahun, PLN Klaim Menyanggupi Revisi RUPTL Selesai
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) mengklaim menyanggupi permintaan pemerintah untuk dapat secepatnya menyelesaikan revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang sekiranya akan selesai pada akhir tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PLN Adi Soepriono mengatakan saat ini perusahaan listrik BUMN itu masih mengkaji berapa porsi PLN dalam pembangunan mega proyek 35 ribu megawatt (mw).

"Kemungkinan penyusunan revisi RUPTL selesai Desember," kata Adi, saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Menurutnya, meskipun PLN menginginkan porsi cukup besar dalam pembangunan ini, yakni 10 ribu mw, PLN masih menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah dan mengikuti arahan Pemerintah. "PLN tergantung dari permintaan pemerintah karena kucuran uangnya dari pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Alihudin Sitompul mengatakan, dalam revisi RUPTL, Pemerintah menugaskan PLN untuk hanya membangun pembangkit berkapasitas 5.000 mw saja, agar PLN lebih fokus kepada pembangunan jaringan transmisi.

"Porsi PLN masih sekitar 10.000 mw. Nanti jadi 5.000 mw direvisi RUPTL," pungkas Alihudin.

Sebagai informasi, belum selesainya revisi RUPTL PLN menyebabkan terhambatnya investasi kelistrikan untuk megaproyek 35 ribu mw.

Saat ini RUPTL PLN yang digunakan kepada para investor merupakan RUPTL yang lama yakni RUPTL 2015-2024 yang mengalami perbedaan titik-titik proyek pembangunan 35 ribu megawatt. Sehingga investor agak ragu untuk berinvestasi.

"Kalau RUPTL lama ya enggak bisa. Investasinya terhambat," kata Alihudin.


(AHL)


Video /