Zulkarnaen Ngaku Belum Nikmati Fee Haji Karena Keburu Dibui

Meilikhah    •    06 November 2015 19:59 WIB
suryadharma ali
Zulkarnaen <i>Ngaku</i> Belum Nikmati <i>Fee</i> Haji Karena Keburu Dibui
Mantan anggota DPR Zulkarnaen Djabar meninggalkan Gedung KPK usai diperiksa di Jakarta, Rabu (25/3/2015).--Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Anggota Komisi VIII DPR Zulkarnaen Djabar mengaku belum sempat menikmati success fee (komisi) hasil kesepakatan Komisi VIII DPR dengan Saleh Badegel soal usulan pemondokan haji. Zulkarnaen keburu menjadi tersangka kasus korupsi Alquran di Kementerian Agama.
 
"Itulah kelemahan saya karena 21 Juni (2012) saya ditetapkan tersangka, 7 September saya ditahan. Sedangkan haji pelaksanaannya Oktober," kata Zulkarnaen Djabar saat bersaksi untuk terdakwa Suryadharma Ali di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/11/2015).
 
Sesuai siklus, menurut politikus Partai Golkar ini, pembayaran fee dilakukan dalam tiga tahap. Sebesar 30 persen di awal, 60 persen pada saat musim haji dan 10 persen ketika musim haji selesai.
 
"Pencairan fee itu akan dilakukan saat musim haji. Artinya haji kan 1 bulan, hajinya sendiri mungkin 9 hari, waktunya ada di awal dan di akhir, bisa dibicarakan di awal musim haji karena pembayaran haji 90 persennya dilakukan pada saat musim haji," kata Zulkarnaen.
 
Zulkarnaen mengaku sempat beberapa kali menghubungi Hasrul Azwar sebagai koordinator pertemuan pencairan fee. Dia mengatakan, jika fee cair akan digunakan biaya upaya hukum atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Namun hingga musim haji selesai, fee belum juga terealisasi.
 
"Belum ditahan saya tanya, saya butuh biaya yang besar berkaitan dengan persoalan-persoalan hukum saya, (dijawab) 'Belum bang, masih proses-proses'. Habis itu jangankan bicara, masing-masing melepaskan diri karena saya sudah tersangka. Mendekat saja sudah takut terlibat dengan persoalan saya, enggak logis lah, dan saya konsentrasi dengan masalah hukum saya," jelas Zul.
 
Sebelumnya Zulkarnaen mengatakan pertemuan Komisi VIII dengan Syaerozi Dimyati dan Saleh Salim Badegel salah satunya membahas success fee. Pembahasan tersebut setelah Komisi VIII memberi jatah perumahan kepada Saleh Badegel yang bekerja untuk Al Mukhtarah Group.
 
Jaksa Penuntut Umum pada KPK kemudian membacakan BAP milik Zulkarnaen yang berbunyi, 'Untuk majmuah Madinah kita minta 30 riyal per jemaah, kontraknya kurang lebih 650 riyal. Jeddah 20 riyal per jemaah, kontraknya 100 riyal per jemaah dan Mekkah 30 riyal'
 
"Saya tidak tahu pasti kontrak negosiasi kalau di Mekkah," kata Zulkarnaen menanggapi.
 
Jaksa melanjutkan, "Untuk catering per satu kali makan 1 riyal baik di Jeddah dan Armina, untuk kontraknya 100 riyal untuk satu kali makan. Nominal tersebut adalah yang dibicarakan anggota DPR kepada Saleh Badegel di Hotel Al Khamra untuk dinegosiasikan kepada pihak-pihak yang berminat mendapatkan porsi jamaah haji tahun 2012. betul?" tanya Jaksa.
 
"Sudah benar itu karena tujuan kita kan mengarah keikutsertaannya. Tapi seingat saya bukan di forum aula itu, tapi sudah kongko-kongko karena supaya Saleh Badegel punya gambaran dan responnya baik," kata Zulkarnaen.


(MBM)


Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar
Persiapan Piala AFF U-22

Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

14 hours Ago

Indra Sjafri membantah bahwa Timnas U-22 akan beruji coba melawan Persija Jakarta dan Persebaya…

BERITA LAINNYA
Video /