Harga Minyak Merosot Usai Penguatan Dolar AS

   •    07 November 2015 10:19 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Merosot Usai Penguatan Dolar AS
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak merosot untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah laporan pasar pekerjaan AS yang bergairah mengirim dolar naik tajam.

AFP melansir, sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (7/11/2015), harga patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, turun 91 sen menjadi USD44,29 per barel di New York Mercantile Exchange dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara itu, di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, turun 56 sen menjadi USD47,42 per barel. Harga minyak mentah merosot setelah AS merilis laporan ketenagakerjaan Oktober yang secara mengejutkan lebih kuat dari perkiraan.

Laporan tersebut menunjukkan ekonomi AS masih tumbuh pada tingkat yang kuat, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 5,0 persen didukung adanya penciptaan 271.000 lapangan pekerjaan baru, hampir dua kali lipat jumlahnya pada September.

Hal ini memicu harapan tinggi bahwa Federal Reserve AS akan meningkatkan suku bunga pada Desember, pada gilirannya mendorong mata uang Paman Sam naik 1,2 persen terhadap euro dan 1,1 persen terhadap yen menutup satu pekan ini dengan keuntungan kuat.

Karena harga minyak mentah dalam dolar,  kenaikannya memperlemah daya beli mereka yang menggunakan mata uang lainnya. "Pasar sudah menggambarkan kita akan memiliki kenaikan suku bunga, angka-angka mendukung perasaan itu," kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.

Penurunan lainnya dalam hitungan rig di Amerika Utara dari perusahaan jasa minyak Baker Hughes sedikit menopang harga. Hitungan, yang mengukur aktivitas pengeboran di Amerika Serikat dan Kanada, jatuh pada minggu lalu menjadi 956 rig, turun 10 rig dari seminggu sebelumnya dan lebih rendah dari 1.379 setahun yang lalu.

Sementara itu AS secara resmi menolak proyek pipa Keystone XL yang dimaksudkan untuk mengalirkan lebih banyak minyak mentah dari Kanada Selatan menuju kilang-kilang penyulingan di Teluk Meksiko. Penolakan itu tidak mengejutkan setelah penundaan bertahun-tahun, tetapi mengirim harga saham pemilik jaringan pipa TransCanada turun 4,6 persen.


(AHL)


Video /