Pemerintah Masih Evaluasi Konsultan Independen Blok Masela

Annisa ayu artanti    •    07 November 2015 11:16 WIB
blok masela
Pemerintah Masih Evaluasi Konsultan Independen Blok Masela
Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja (tengah). (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah masih mengevaluasi konsultan independen untuk melakukan kajian guna mencari skenario fasilitas produksi yang paling tepat untuk Blok Masela.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wirataja Puja mengatakan nantinya konsultan tersebut akan mengkaji skenario fasilitas produksi Blok Masela secara kuantitatif.

"Masela statusnya kita sedang evaluasi konsultan yang kelas dunia untuk kajian, apakah di darat atau di laut dengan level kedalaman kajian yang sama, apple to apple," kata Wirat, sepeti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Kajian yang akan dilakukan konsultan independen ini, menurut dia, harus meliputi lima aspek yaitu teknologi, ekonomi, pengembangan wilayah, efek multiplier, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kuantitatif ini artinya ada riil angkanya. Angkanya itu datang dari mana harus ada dasarnya. Juga kalau perlu ada patokannya," jelas dia.

Wiratmaja melanjutkan, kajian ini akan dilakukan konsultan hingga akhir tahun, di mana jangka waktu dua bulan yang dibutuhkan konsultan ini wajar dan masih sesuai jadwal.

'Seperti biasa, kalau PoD diajukan ke menteri, menteri akan mengevaluasi yang bisa sampai enam bulan," pungkas dia.

Sekadar mengingatkan, SKK Migas telah mengajukan rekomendasi revisi PoD I Lapangan Abadi, Blok Masela kepada Menteri ESDM pada 10 September 2015. Ini merupakan tindak lanjut permohonan Inpex Masela Limited pada 12 September 2014 yang mengusulkan perubahan skenario fasilitas produksi Floating LNG (FLNG) dari 2,5 MTPA menjadi 7,5 MTPA.

Adapun usulan ini diajukan Inpex karena setelah dilakukan pengeboran pada 2013-2014, cadangannya diidentifikasi jauh lebih besar yaitu 10,37 TCF.

Berdasarkan kajian SKK Migas, secara teknis, waktu yang diperlukan untuk pengembangan Blok Masela di darat maupun laut relatif sama yaitu 45-50 bulan. Selain itu, dari aspek ekonomi, berdasarkan perhitungan di 2013, untuk pengembangan di darat dibutuhkan biaya USD19,3 miliar. Sedangkan di laut investasinya sebesar USD14,8 miliar.

Blok Masela dengan operator PT Inpex Inpex Masela Limited dengan luas area saat ini lebih kurang 4.291,35 km², terletak di Laut Arafura, sekitar 800 km sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur atau lebih kurang 400 km di utara kota Darwin, Australia, dengan kedalaman laut 300-1.000 meter.


(AHL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /