Kuartal III-2015, Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Tumbuh 5,96%

Eko Nordiansyah    •    07 November 2015 11:27 WIB
pertumbuhan ekonomi
Kuartal III-2015, Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Tumbuh 5,96%
Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta capai 5,96 persen. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta mencatat, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada kuartal III 2015 mengalami pertumbuhan mencapai 5,96 persen (yoy). Pencapaian tersebut naik dibanding kuartal sebelumnya sebesar 5,15 persen (yoy). Bahkan meningkat cukup signifikan dan berada di atas prakiraan BI.

"Peningkatan belanja pemerintah pusat, ekspor jasa berupa peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), dan peningkatan kinerja perdagangan antardaerah adalah faktor-faktor utama yang mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Jakarta di kuartal ini," ujar Kepala KPw BI DKI Jakarta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Dia menambahkan, di tengah serapan belanja APBD yang mulai membaik, peningkatan belanja pemerintah pusat melalui Kementerian dan Lembaga yang ada di Jakarta berdampak signifikan pada meningkatnya total konsumsi pemerintah di DKI Jakarta.

Dorongan pertumbuhan juga berasal dari kinerja ekspor jasa yang berasal dari peningkatan jumlah kunjungan wisman. Kunjungan wisman pada kuartal III-2015 tersebut meningkat pesat mencapai 14,1 persen (yoy), sehingga mampu menopang tingkat hunian hotel dan meningkatkan kinerja lapangan usaha Akomodasi, Makan dan Minum.

Di sisi perdagangan antardaerah, membaiknya ekonomi nasional berdampak pada membaiknya kinerja net perdagangan antarwilayah DKI Jakarta. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di DKI Jakarta belum menunjukkan peningkatan pada periode ini.

"Sebagaimana tercermin pada Indeks Perdagangan Eceran yang masih rendah dan kinerja lapangan usaha perdagangan yang juga belum tumbuh meningkat. Hal ini sejalan dengan Indeks Keyakinan Konsumen masyarakat DKI Jakarta yang masih rendah pada kuartal ini," jelas dia.

Kegiatan investasi pada kuartal ini juga belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Sedangkan masih rendahnya belanja modal Pemerintah Daerah dan stagnannya pembangunan gedung perkantoran dan apartemen berdampak pada melemahnya investasi di sektor bangunan dan kinerja lapangan usaha konstruksi pada triwulan ini.

"Hal ini tercermin pada menurunnya penjualan semen di Jakarta pada kuartal III-2015. Peningkatan investasi lebih terdorong oleh investasi di sektor nonbangunan yang dilakukan oleh swasta, sejalan dengan mulai membaiknya pertumbuhan kredit investasi," pungkasnya.


(AHL)

Video /