Menlu Akan Jelaskan Isu Konsultan dalam Kunjungan Jokowi ke AS

Fajar Nugraha    •    07 November 2015 13:50 WIB
kemenlu
Menlu Akan Jelaskan Isu Konsultan dalam Kunjungan Jokowi ke AS
Menlu Retno Marsudi di Gedung PTRI New York (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beredar tudingan bahwa sebuah konsultan di Singapura terlibat dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat (AS). Menlu Retno Marsudi pun akan berikan penjelasan mengenai isu tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir ketika ditanya oleh Metrotvnews.com pada Sabtu (7/11/2015) hanya menyebutkan bahwa Menlu Retno Marsudi akan memberikan keterangannya pada Sore hari ini. Ketika ditanya mengenai peran lobi di AS, Arrmanatha menyebutkan, "Pelobi memang biasa di AS".

Berdasarkan artikel dari situs New Mandala yang ditulis oleh Michael Buehler pada 6 November 2015, menyebutkan ada sebuah konsultan di Singapura yang membayar USD80 ribu, kepada sebuah perusahaan humas di Las Vegas. Perusahaan humas tersebut kemudian melakukan lobi atas kepentingan Pemerintah Indonesia.

Menurut Buehler, konsultan Singapura bernama Pereira International PTE LTD, mengkontrak perusahaan di Las Vegas, R&R Partners, Inc. Pereira diketahui membayar uang kepada R&R antara 15 Juni dan 1 September 2015.

Dengan pembayaran itu, R&R sepakat untuk dijadikan konsultan eksekutif bagi Pemerintah Indonesia. Isi kontrak antara kedua perusahaan itu menyebutkan layanan yang diberikan oleh R&R, antara lain:

- Mengatur dan menghadiri pertemuan dengan para pembuat kebijakan dan anggota Kongres, tokoh penting termasuk lingkup Kementerian Luar Negeri AS.
- Persiapkan mengatur sesi pertemuan dengan Kongres, saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke AS.
- Mengidentifikasi dan bekerja sama dengan tokoh berpengaruh, baik itu secara individu, media, publik dan sektor swasta serta rekan di AS untuk mendukung kunjungan Presiden Widodo (Jokowi).

"Berdasarkan perjanjian itu, sebuah konsultan akan mengkomunikasikan pentingnya fokus pertemuan Indonesia dan AS dalam bidang keamanan, perdagangan dan ekonomi," tulis Buehler.

Kontrak itu turut mengidentifikasi nama Morgan Baumgartner yang diketahui sebagai Wakil Presiden Eksekutif dari R&R Partner. Kontrak juga ditandatangani oleh Presiden R&R Partners Sean Tonner serta Derwin Pereira dari Pereira International.

Buhler menyebutkan, dalam biografi dari R&R Partner, tidak memiliki pengetahuan luas dalam politik Indonesia. Selain itu, R&R juga dinilai tidak memiliki keahlian dalam membangun komunikasi penting dengan Pemerintah Indonesia dan AS.

Bahkan Baumgartner hanya menjelaskan keahliannya dalam "gaming law". Sedangkan Tonner justru memiliki biografi yang menyebutkan pekerjaan terdahulu di Denver dan Houston. Tonner mengaku memiliki pelatihan perang di gurun dan hutan.

Lain halnya bagi Pereira, konsultan Singapura yang membayar USD80 ribu kepada R&R. Selama beberapa lama, Pereira sudah melebarkan sayapnya di kalangan kaya di Tanah Air. Dia sempat bekerja untuk media Singapura The Straits Times dan ditempatkan di Indonesia, pada saat kejatuhan Suharto.

Sementara penulis artikel, Michael Buehler adalah peraih gelar Ph.D dari The London School of Economics and Political Science. Dia dikenal sebagai dosen Departemen Politik dan Hubungan Internasional University of London’s School of Oriental and African Studies (SOAS).

Memiliki spesialisasi dalam urusan politik Asia Tenggara, Buehler mendalami hubungan negara dan rakyat di dalam kondisi demokrasi dan desentralisasi. Sebelumnya, Buehler belajar di Columbia University dan Northern Illinois University.


(FJR)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

1 hour Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /