Bursa Kebut Investigasi Saham SIAP

Arif Wicaksono    •    08 November 2015 15:18 WIB
bei
Bursa Kebut Investigasi Saham SIAP
Direktur Utama BEI Tito Sulistio (MTVN/Arif Wicaksono)

Metrotvnews.com, Bali: Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku akan segera menuntaskan permainan broker dalam aksi jual beli saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Hal ini terkait dengan indikasi gagal bayar transaksi gadai saham (repo) SIAP yang berakibat anjloknya harga saham emiten tersebut.

"Minggu ini saya akan rapat membahas hasil investigasi," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio, di Hard Rock Hotel, Bali, Sabtu 7 November.

Tito menjelaskan, pihaknya terus bekerja keras guna mencari data-data dalam penyelidikan beberapa pihak yang ditenggarai melakukan perdagangan tanpa adanya perpindahan kepemilikan saham. Padahal transaksi di bursa harus disertai dengan pemindahan kepemilikan saham. Kalau sahamnya tak pindah maka akan terjadi transaksi semu yang selama ini dilarang pihak otoritas.

Menurut Tito, BEI telah melakukan pemeriksaan kepada lima Anggota Bursa (AB) yang diindikasi melakukan perdagangan semu. Tito mengaku, pihaknya sedang mencari bukti perintah terhadap transaksi semu tersebut.

"Kami akan dapatkan perintah di atas hitam dan putih. Kalau ketahuan AB itu bisa kami suspensi atau dicabut izinnya," tegas Tito.

BEI sempat memutuskan untuk menghentikan perdagangan saham SIAP pada 2 November 2015 karena dinilai bergerak di luar batas kewajaran. Seperti diketahui, saham SIAP sebesar Rp110 atau turun 46,81 persen dari harga penutupan Rp235 pada 16 Oktober 2015 menjadi Rp125 pada 30 Oktober 2015.

Saham SIAP sebanyak 46,06 persen dikuasai oleh publik, sementara 32,33 persen digenggam oleh Fundamental Resources Pte Ltd, 7,99 persen dimiliki PT Evio Securities, 6,99 persen dimiliki PT ASABRI (Persero) dan 6,63 persen UBS AG Singapura.


(ABD)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /