Dua Residivis Curanmor Dibedil

Octavianus Dwi Sutrisno    •    09 November 2015 15:45 WIB
curanmor
Dua Residivis Curanmor Dibedil
Foto: Ketiga tersangka curanmor dibekuk petugas Polsekta Cidadap, Bandung Tengah, Jawa Barat/MTVN_Octavianus Dwi Sutrisno

Metrotvnews.com, Bandung: Tim Polsekta Cidadap, Bandung Tengah, Jawa Barat, membekuk komplotan residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Bandung. Dua tersangka di antaranya yakni AS dan UT 'dihadiahi' timah panas saat melarikan diri.

Kepala Polsekta Cidadap Komisaris Polisi Hanafi AR mengatakan, pembongkaran sindikat curanmor ini berawal dari penangkapan tersangka MT. Tersangka diciduk dalam operasi Kring Serse yakni tindak cepat di wilayah hukum jika terjadi tindak kejahatan.

"Pada malam Senin, 2 November, petugas melakukan Kring Serse di wilayah Gandok Cieumbuleuit. Saat itu petugas melihat adanya gerak gerik mencurigakan dari tersangka MT. Ketika didekati pelaku lari sambil membuang sebuah benda yang diketahui kunci Astag (letter T)," kata Hanafi di Markas Polsekta Cidadap, Jalan Setiabudi Km 10, Bandung Tengah, Jawa Barat, Senin (9/11/2015).

Tersangka MT mengaku terlibat dalam curanmor di dua wilayah Cidadap. Dia mengaku menjalankan aksi pencurian itu bersama dua rekannya yakni AS dan UT. Petugas pun mengejar keduanya hingga ke wilayah Cianjur Selatan. UT sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsekta Cidadap pada 2013.

"Dua tersangka lain berhasil kami tangkap. Kami lakukan pengembangan dan berhasil menyita 5 unit kendaraan hasil curian dari tangan tersangka," kata dia.

Hasil penyelidikan sementara, komplotan curanmor ini kerap beraksi di sejumlah indekos di Kota Bandung. Kendaraan hasil curian itu dijual ke penadah di Ciamis, Pangandaran, dan Cianjur.

"Karena mereka mencoba melarikan diri, dua tersangka yaitu UT dan AS kita lumpuhkan dengan timah panas," imbuh dia.

Hingga kini, polisi masih memburu satu tersangka lainnya yakni AK yang juga masuk dalam DPO.

"Ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian. Ancaman pidananya maksimal 7 tahun penjara," pungkas dia.


(TTD)


Video /