Michael Buehler: Media RI Keliru Kutip Tulisan Saya

Willy Haryono    •    09 November 2015 15:47 WIB
kemenlu
Michael Buehler: Media RI Keliru Kutip Tulisan Saya
Michael Buehler (kanan) dalam wawancara dengan BBC di London, Inggris. (Foto: BBC)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kontroversi artikel 'Waiting in the White House Lobby' berlanjut. Michael Buehler, penulis artikel kontroversial yang seolah menuding bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat terlaksana berkat jasa konsultan, akhirnya buka suara. 

Dalam wawancara khusus dengan BBC Indonesia, Minggu (8/11/2015), Buehler mengatakan sejumlah media di Indonesia keliru mengutip tulisannya. Ia mengaku tidak mengatakan perusahaan di Singapura yang memfasilitasi kunjungan Presiden Jokowi ke AS.

"Yang saya tulis dalam artikel saya pada prinsipnya ada kontrak bahwa seseorang membayar uang ke Pereira Limited di Singapura yang kemudian diberikan kepada perusahaan di Las Vegas, R&R Partners, US$80.000 untuk pekerjaan konsultasi dalam hubungan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat," jelasnya kepada wartawan Liston Siregar di studio BBC di London.

Pengajar politik SOAS University of London itu mengatakan sumber dari tulisan adalah dokumen yang bisa dibuka untuk umum, dan tautan untuk dokumen tersebut disertakannya dalam artikelnya yang pertama kali dimuat di sebuah situs tulisan tentang Asia Tenggara, New Mandala.

"Sumber tempat saya mendapatkannya adalah open access, jadi semua orang bisa mendapatkannya."

Pemerintah Indonesia sudah membantah tegas bahwa pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Barack Obama pada akhir Oktober merupakan pendekatan dari sebuah perusahaan humas komersial.

Selain itu dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington juga menegaskan pemerintahan pimpinan Presiden Jokowi tidak menggunakan lobbyist.

"Terkait dengan pemberitaan penggunaan lobbyist di Amerika Serikat, meskipun lobbyist merupakan bagian dari kehidupan politik di Amerika Serikat, Pemerintah RI sejak dilantik pada Oktober 2014 tidak pernah menggunakan lobbyist di Amerika Serikat," tegas pernyataan tersebut.

Namun menurut Buehler, pernyataan itu justru menimbulkan pertanyaan baru.

"Jadi kalau pemerintah Indonesia menyatakan tidak pernah menggunakan konsultan maka siapa yang membayar konsultan itu dan kenapa konsultan di Singapura itu berpura-pura bekerja atas nama pemerintah Indonesia Indonesia."

Masalah ini menjadi kontroversi setelah beberapa media di Indonesia, antara lain Tempo, menurunkan berita dengan mengutip tulisan Michael Buehler.


(WIL)


Real Madrid Bawa Kekuatan Penuh ke Markas Muenchen
Jelang Bayern Muenchen vs Real Madrid

Real Madrid Bawa Kekuatan Penuh ke Markas Muenchen

58 minutes Ago

Real Madrid membawa kekuatan penuh ke markas Bayern Muenchen jelang laga leg pertama semifinal …

BERITA LAINNYA
Video /