Pemkot Jakpus Siapkan Uang Rp101 Miliar untuk Tanggap Genangan

Ilham wibowo    •    09 November 2015 17:33 WIB
banjir jakarta
Pemkot Jakpus Siapkan Uang Rp101 Miliar untuk Tanggap Genangan
Petugas kepolisian membantu pengendara menerobos genangan air di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2015).

Metrotvnews.com, Jakarta: Musim hujan menjelang. Untuk mengatasi genangan yang terjadi di sejumlah titik pada saat hujan, Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengalokasikan dana siap tanggap Rp101 miliar. Uang itu dapat digunakan untuk penanganan segera.
 
Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Pusat Herning Wahyuningsih mengatakan, anggaran itu digunakan jika ada laporan masyarakat yang mendesak dan memerlukan reaksi cepat.
 
"Jika warga membutuhkan, ada surat pengajuan, kami bisa langsung tindak lanjuti menggunakan anggaran itu," kata Herning kepada Metrotvnews.com, Senin (9/11/2015).
 
Herning mengungkapkan, sampai saat ini ada 700 laporan warga yang sudah ditindak lanjuti. "Kami sudah melayani 700 permintaan warga hingga saat ini. Mulai dari pengerjaan ringan hingga berat," ujarnya.
 
Ia mengungkapkan, warga bisa menyampaikan keluhan genangan air melalui aplikasi Qlue. Pihaknya selalu memonitor untuk melakukan penanganan.
 
"Mulai dari saluran tidak jalan, turap roboh dan lain sebagainya, warga bisa menyampaikan melalui media sosial maupun aplikasi Qlue,” ujar Herning.
 
Beberapa wilayah di Jakarta Pusat yang perlu diwaspadai saat hujan di antaranya Jalan Suprapto, Jalan Sabang, Jalan Yusuf Adiwinata, Jalan Kebon Sirih Timur, Jalan Cendana, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Raden Saleh, Jalan Petojo, Jalan Enclek Tanah Abang 3, Jalan Abdul Muis, Jalan Cideng Fakhrudin, Jalan Kalibaru Timur, Jalan Setia Kawan, dan Jalan Pembangunan 3.
 
"Selain itu Jalan Inspeksi Kali Ciliwung, Jalan Pamekasan, Jalan Kudus, Jalan Kusumatmaja, Cokroaminoto, Cempaka Putih Timur 24/25 dan Cempaka Putih Tengah. Lokasi ini menjadi prioritas penaganan genangan air," kata Herning.
 
Harning mengatakan, pihaknya melakukam pelebaran dan pengerukan sedimen di saluran air. "Ada yang kita keruk ada juga yang dilepbarkan. Seperti saluran di Cempaka Putih dilebarkan menjadi dua meter agar aliran lebih cepat," ujarnya.


(FZN)


Video /