Uang Katering Ultah Jero Wacik Dibayari Pengusaha

Renatha Swasty    •    09 November 2015 20:33 WIB
jero wacik
Uang Katering Ultah Jero Wacik Dibayari Pengusaha
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik memerhatikan pernyataan saksi dalam sidang lanjutan di gedung pengadian Tipkor, Rasuna Said, Jakarta Selatan, (Foto: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisaris Utama PT Trienergi Mandiri Internasional Herman Afif Kusumo mengaku diminta untuk membayari uang katering ulang tahun mantan Menteri ESDM Jero Wacik di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Biaya katering yang dimintakan jumlahnya hampir Rp350 juta.

Herman membeberkan, Kepala Biro Umum ESDM Arif Indarto pernah mendatanganinya di kantor. Dalam pertemuan itu, Arif meminta supaya Herman membantu pembayaran uang Katering.

"Pertama ketemu di lorong departemen, 'pak Herman saya minta tolong', cerita ada kesulitan soal acara ultah pak Menteri, (saya bilang) 'wah ada apa ini, mestinya jangan ke saya dong', (jawabnya) 'ini hanya informasi saja', langsung saya tolak, dia katanya ada kesulitan untuk membayar katering," beber Herman saat bersaksi buat terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Usai penolakan itu, Arif kemudian kembali mendatangi Herman. Dalam pertemuan ke dua itu, Arif disebut membawa bukti tagihan dari Hotel Dharmawangsa.

"(katanya) Pak Herman bisa bantu tidak? kan pestanya sudah lewat dan yang menarik pak Jero tidak pernah bicara sesuatu ke saya," beber Herman.

Meski dua kali didatangi Arif, mantan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi itu mengaku kukuh menolaknya. Dia juga tak menanyakan ke Jero lantaran sudah menolak sejak awal.

"Saya menolak tidak sanggup, tidak punya budgetnya saya tidak ada," beber Herman.

Pernyataan berbeda disampaikan anak buah Herman, Ali Rahman. Ali mengaku pernah diberikan duit oleh Herman untuk pembayaran di Dharmawangsa.

"Disuruh Herman Afif Kusumo atasan di PT Trienergi Mandiri Internasional, pemilik perusahaan, bilang ini pembayaran Dharmawangsa untuk ESDM," beber Ali

Lantaran saat itu Ali mendapat uang cash ia kemudian melakukan transfer melalui Bank BNI Patrajasa. Sebab, ketika ia menelpon Dharmawangsa untuk pembayaran, hotel tak mau menerima duit cash.

Adapun saat itu, Ali lupa jumlah pasti transfer namun jumlahnya sekitar Rp340 juta lebih. Transfer ia lakukan pada 12 Juni 2012, usai transfer ia memberikan bukti ke Herman.

"Bukti saya berikan ke Herman Afif, disampaikan ya sudah bagus dilakukan," beber Ali.

Terkait perbedaan pernyataan ini, Herman yang dicecar tetap kukuh tak memberikan duit untuk pembayaran katering ulang tahun Jero Wacik. "Saya merasa tidak melakukan itu," ujar Herman.

Sebelumnya Jero Wacik disebut membiayai pesta ulang tahun istrinya, Triesna Wacik, dengan uang perasan. Dana itu berasal dari urunan Eselon I Kementerian ESDM.

"Bahwa sekitar Maret 2012, Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Agung Pribadi menghadiri rapat panitia persiapan pesta ulang tahun Triesna Wacik dan peluncuran buku 'Adikriya Sulam Indonesia' di Gedung Bimasena Hotel Dharmawangsa. Pada saat itu, ada permintaan Triesna kepada Agung untuk membayar pesta ulang tahun," kata Jaksa di KPK Dody Sukmono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Jaksa menuturkan, Agung kembali menghadiri rapat yang digelar di ruang kerja Sekjen ESDM Waryono Karno sekitar April 2012. Dia lantas menyampaikan permintaan Triesna agar pesta ulang tahun dan peluncuran buku dibiayai.

Waryono, lanjut Jaksa, kemudian meminta eselon I di Kementerian ESDM menyediakan uang masing-masing Rp100 juta. "Uang yang terkumpul Rp650 juta yang kemudian dipegang oleh Agung," ujar Jaksa.

Pesta ulang tahun dan peluncuran buku Triesna kemudian digelar pada 10 April 2012 dengan menelan biaya hingga Rp619.026.583. Agung kemudian membayar tunai tahap I Rp100 juta di kantor Kementerian ESDM pada 18 April 2012, dan dilunasi pada 24 April 2012 sejumlah Rp519.026.583.

Pada 24 April 2012, Jero juga merayakan pesta ulang tahun di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, dengan biaya Rp379.065.174. Agung lalu membayar uang muka atas biaya acara sebesar Rp30 juta yang berasal dari sisa uang pembayaran pesta ulang tahun Triesna Wacik sebelumnya.

"Sehingga sisa biaya yang belum dibayarkan Rp349.065.174," ujar Jaksa.


(MEL)


Video /