Bos Facebook dan Google Bagi-Bagi Duit untuk Ilmuwan Melalui Breakthrough Prizes

Ellavie Ichlasa Amalia    •    10 November 2015 16:53 WIB
teknologi
Bos Facebook dan Google Bagi-Bagi Duit untuk Ilmuwan Melalui Breakthrough Prizes
Para pemenang Breakthrough Prizes juga menggunakan pakaian formal saat menerima penghargaan.

Metrotvnews.com: Breakthrough Prizes adalah ajang penghargaan untuk para peneliti yang dengan hadiah terbesar. Ajang penghargaan ini pertama kali dicetuskan leh Sergey Brin dari Google; Anne Wojcicki dari 23andme; Jack Ma dari Alibaba dan istrinya, Cathy Zhang; Yuri Milner, seorang pengusaha internet, dan istrinya, Julia Milner; dan Mark Zuckerberg dari Facebook dan istrinya, Priscilla Chan.

Tahun ini, Breakthrough Prizes memiliki total hadiah sebesar USD21.9 juta. Hadiah ini terbagi menjadi 7 penghargaan dengan hadiah masing-masing USD3 juta, sebuah penghargaan berhadiah USD500 ribu, dan penghargaan berhadiah USD400 ribu yang diberikan pada seorang murid SMA karena berhasil membuat sebuah video yang menjelaskan tentang sebuah konsep ilmiah.

Penghargaan dari Breakthrough Prizes diberikan kepada para pemenang dalam sebuah acara layaknya Oscar. Penghargaan diberikan para pencetus ajang ini dan Graydon Carter, editor di Vanity Fair. Penghargaan ini diberikan di Ames Research Center milik NASA yang terletak di Mountain View, California.

Di tahun ini, ada 7 pemenang yang mendapatkan hadiah uang sebesar USD3 juta. Dua di antaranya adalah Karl Deisseroth dan Edward S. Boyden. Keduanya berhasil memenangkan penghargaan ini karena mereka berhasil mengembangkan optogenetics, sebuah teknik yang memungkinkan seorang peneliti untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan neuron atau sekumpulan neuron menggunakan cahaya.

John Hardy merupakan peneliti lain yang mendapatkan penghargaan di ajang Breakthrough Prizes. Dia keluar menjadi pemenang berkat usahanya untuk mencari obat untuk penyakit Alzheimer's. Pemenang keempat adalah Helen Hobbs, seorang profesor di University of Texas Southwestern Medican Center dan peneliti di Howard Hughes Medical Institute. Dia menerima penghargaan karena penelitiannya di bidang kolestrol.

Svante Paabo merupakan peneliti di bidang genetik evolusioner. Dia berusaha untuk meneliti DNA dari manusia yang hidup puluhan ribu tahun lalu untuk mengetahui sejarah evolusi manusia.

Penerima penghargaan keenam adalah sebuah komunitas peneliti yang berisi kurang lebih 1.300 peneliti. Para peneliti ini merupakan peneliti Fundamental Physics yang melakukan penelitian mengenai osilasi neutrino. Pemenang penghargaan terakhir adalah Ian Agol, seorang matematikawan di University of California, Berkeley dan Institute for Advanced Study. (New York Times)


(ABE)


Video /