TINS Anggap Revaluasi Aset Bakal Bebani Perseroan

Husen Miftahudin    •    11 November 2015 08:36 WIB
pt timah
TINS Anggap Revaluasi Aset Bakal Bebani Perseroan
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mendorong perekonomian nasional di tengah kelesuan. Salah satu paket kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah adalah memberikan fasilitas pemotongan tarif Pajak Penghasilan (PPh) bagi perusahaan yang melakukan revaluasi aset dengan tujuan untuk memperbaiki struktur permodalan.

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menilai, revaluasi aset yang dilakukan oleh perusahaan justru akan membebani perseroan. Memang, setelah melakukan revaluasi aset, nilai aset perusahaan bisa meningkat. Namun, perusahaan justru terbebani dengan adanya tambahan kewajiban pajak yang harus dibayarkan.

"Pajaknya tiga persen, artinya kalau Rp1 triliun itu berarti bayar pajaknya Rp30 miliar. Kalau Rp10 triliun bisa Rp300 miliar. Sayang sekali itu, bisa menggerus nett profit," kata Direktur Utama TINS Sukrisno ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 10 November.

Meskipun begitu, ia mengaku, pihaknya tak menutup kemungkinan untuk melakukan revaluasi aset. Pasalnya, dalam waktu dekat revaluasi aset akan meningkatkan nilai aset hingga tiga kali lipat.

"Total aset sekarang Rp7 triliun. Mungkin setelah direvaluasi aset bisa naik 2-3 kali lipat. Makanya kami sedang pikirkan itu. Tapi yang jelas tahun ini belum. Tidak apa-apa kalau tahun depan naik empat persen kalau ada uangnya. Daripada tiga persen tapi tidak ada uangnya," pungkas Sukrisno.


(AHL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /