JPO Polda Amblas, Ahok: Banyak Kontraktor Abal-Abal

LB Ciputri Hutabarat    •    11 November 2015 10:42 WIB
jalan ambles
JPO Polda Amblas, Ahok: Banyak Kontraktor <i>Abal-Abal</i>
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok--Metrotvnews.com/LB Ciputri Hutabarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menuding kontraktor sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas amblasnya sejumlah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Salah satunya adalah JPO yang terletak di dekat Polda Metro Jaya.

"Itu yang saya katakan banyak kontraktor abal-abal. Tiap kali gali trotoar dan apapun, dia enggak pernah isi padat. Main tutup saja," kata Ahok di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).

Ahok pun mengakui masih banyak jalan di Jakarta yang tak sesuai dengan standar prosedur. Akibatnya, sambung dia, banyak korban yang berjatuhan akibat jalan yang tak segera diperbaiki.

"Jadi mesti lelang. Saya minta bantuan e-katalog LKPP langsung kita bayar per kubik atau per ton ada hitungannya," ujar dia.

Soal JPO Polda Metro Jaya yang ambles, Mantan Bupati Belitung Timur ini pun meminta masyarakat untuk sabar menunggu. Dia berjanji bakal mempercepat perbaikan jalan rusak dengan menggunakan e-catalouge.

"Sekarang saya lagi usahakan trotoar itu persis seperti itu, buat di e-catalouge berapa meter per segi (harganya). Jadi mana yang bolong dan habis langsung dikerjain. Kita lagi tunggu LKPP e-catalouge," ungkap dia.

JPO Polda Metro Jaya sisi timur mulai ditutup oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI sejak pagi karena kondisi JPO yang berlubang. Bagi pejalan kaki yang ingin menggunakan jembatan diarahkan untuk menggunakan JPO sisi Timur.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Tri Joko Sri Margianto mengatakan perlu penilaian lebih mendalam terhadap jaringan saluran air yang berada di bawah JPO. Sebab, jika hanya diurug, maka bisa menyebabkan banjir, karena air tidak bisa mengalir.

Tak hanya itu, jika saluran airnya diperbaiki tanpa menyambungkannya dengan jaringan saluran air yang sudah ada, air yang masuk tidak akan tersalurkan ke dalam sistem air dan tetap akan meluap dan menyebabkan banjir.

Penilaian juga akan dilakukan bersama Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans). Tri Joko menduga amblas terjadi akibat gerusan air yang terjadi dalam jangka panjang di saluran air bawah tanah. Air menggerus dinding saluran yang terbuat dari semen yang tidak rapat dan akhirnya bisa ditembus.


(YDH)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /