Lalu Lintas

Tanggapan Pengendara Terkait Larangan Berteduh Sembarangan

Ainto Harry Budiawan    •    12 November 2015 10:12 WIB
lalu lintas
Tanggapan Pengendara Terkait Larangan Berteduh Sembarangan
Pengendara yang tengah menunggu hujan berhenti di kolong flyover. ANTARA/ Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Musim penghujan mulai tiba, sejumlah kota dan ruas jalan pun sudah merasakannya. Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan untuk menghilangkan kebiasaan bikers berteduh di kolong jembatan, JPO dan halte karena bisa menyebabkan kemacetan.

Kasubdit Gakkun Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, mengatakan pada Senin 9 November, bahwa untuk berhenti pakai jas hujan dan jalan lagi, itu tak masalah. Tapi kalau tujuan berhenti untuk berteduh karena tidak membawa jas hujan dan menyebabkan jalanan jadi macet, maka bisa ditilang. Dendanya Rp250 ribu.

Hal ini lantas mengundang perdebatan dari masyarakat. "Menurut saya jujur itu aneh. Berteduh saja kena tilang. Kalau pengendara wanita seperti saya pasti lebih memilih berhenti kalau hujannya sangat deras dan berbahaya," papar Agustina, karyawan swasta di Jakarta Selatan.

Andreas, seorang pengendara ojek online juga mengaku tidak setuju. "Kalau lagi bawa penumpang masa kita ajak hujan-hujanan, apalagi yang kita bawa ini wanita pasti minta berteduh kalau sudah terlalu deras walau pakai jas hujan," bebernya.

Perdebatan ini pastinya bakal terus bergulir, lantaran berteduh di kolong jembatan sudah jadi kebiasaan masyarakat. Namun kebiasaan seperti ini menimbulkan konsekuensi lain yaitu menambah masalah di jalur lalu lintas.


(UDA)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /