PK Abu Bakar Ba'asyir Disidangkan Pekan Depan

Antara    •    11 November 2015 17:11 WIB
terorisme
PK Abu Bakar Ba'asyir Disidangkan Pekan Depan
Abu Bakar Baasyir. (Ant/Agung Rajasa)

Metrotvnews.com Cilacap: Permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir akan segera disidangkan. Pemohon minta agar sidang dilaksanakan di Cilacap, Jawa Tengah, bukan di Jakarta.

"Kami sudah mendaftarkan PK beliau dengan Nomor Registrasi 17/PK/2015/PN Jkt-Sel. Jadwal sidang (perdana) tanggal 17 November, hari Selasa, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (11/11/2015).

Michdan mengatakan hal itu kepada wartawan usai mengunjungi Abu Bakar Ba'asyir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Michdan menghendaki persidangan PK tersebut digelar di Pengadilan Negeri Cilacap. Alasannya, kondisi Ba'asyir sudah tua. "Bukan hanya transportasinya, tapi juga aparat keamanan dan sebagainya yang merepotkan. Jadi, kemungkinan Ustaz Ba'asyir belum bisa dihadirkan saat sidang perdana PK di Jakarta," katanya.

Michdan berencana meminta Pengadilan Negeri Cilacap untuk memfasilitasi persidangan PK yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ia menegaskan, sejak awal mendaftarkan PK atas nama Abu Bakar Ba'asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pihaknya sudah meminta pengadilan tersebut untuk memfasilitasi persidangannya di Pengadilan Negeri Cilacap. Agar Ba'asyir dapat dihadirkan dalam persidangan.

Disinggung mengenai kondisi kesehatan Ba'asyir, Michdan mengatakan bahwa kesehatan pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min Ngruki itu sudah membaik.

"Alhamdulillah, tadi kami bertemu dengan dokter Sudiro yang menangani Ustaz Ba'asyir di Batu, kesehatannya membaik, yang tempo hari terkena pilek dan flu berat, kemudian kakinya agak membengkak. Walaupun beliau memakai tongkat, beliau menyatakan bahwa secara keseluruhan kondisinya membaik," katanya.

Ba'asyir divonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selama 15 tahun penjara. Lalu, Ba'asyir mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Jakarta dan memutuskan hukuman sembilan tahun penjara untuk Ba'asyir.

Sementara di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan PT Jakarta Nomor 332/Pid/2011 PT.DKI pada bulan Oktober 2011. Dalam hal ini, MA membatalkan putusan hukuman sembilan tahun penjara dan kembali pada putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yakni 15 tahun penjara.

Dalam kasus tersebut, Ba'asyir dinyatakan bersalah karena terbukti merencanakan atau menggerakkan orang lain dengan memberikan dana untuk kegiatan pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh Besar.

Dana yang terbukti dihimpun Ba'asyir sejumlah Rp350 juta. Rinciannya, Rp150 juta didapat dari Haryadi Usman dan Rp200 juta dari Syarif Usman serta sebuah handycam dari Abdullah Al Katiri.

Ba'asyir menghuni Lapas Batu sejak tanggal 6 Oktober 2012 setelah dipindah dari Rutan Bareskrim Polri. Lalu, sejak tanggal 15 Januari 2013, Ba'asyir dipindah ke Blok D Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.

Oleh karena di Lapas Pasir Putih sedang ada renovasi, Ba'asyir dan dua terpidana kasus terorisme untuk sementara dititipkan di Lapas Batu sejak tanggal 5 September 2015.


(SAN)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

3 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /