Pertamina Keluarkan USD135 Juta Ambil Alih TPPI

Annisa ayu artanti    •    11 November 2015 18:26 WIB
pertaminakilang tppi
Pertamina Keluarkan USD135 Juta Ambil Alih TPPI
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro (MI/Puji Santoso)

Metrotvnews.com, Tuban: PT Pertamina (Persero) telah merogoh kocek cukup dalam untuk mengambil alih dan mengoperasikan kembali kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Namun, pengambilalihan kilang ini menjadi penting guna mendukung akselerasi perekonomian Indonesia di waktu-waktu mendatang.

Tulisan ini merevisi berita sebelumnya Pertamina Keluarkan USD2,15 Miliar Operasikan Kembali TPPI

Vice President Communication Pertamina Wianda Pusponegoro membenarkan bila Pertamina telah mengeluarkan sejumlah uang yang dianggarkan untuk mengambil alih dan mengoperasikan kembali kilang TPPI. Meski mengeluarkan uang tidak sedikit, diharapkan aksi ini memberi dampak positif.

"Yang pasti lebih kecil dari USD2,15 miliar, yang merupakan investasi pembangunan kilang TPPI pada 1994," kata Wianda, ketika dihubungi Metrotvnews.com, di Tuban, Jawa Timur, Rabu (11/11/2015).

Pengoperasian kembali TPPI ini memonetize investasi sebesar USD2,15 miliar yang ditanamkan sebelumnya. Yang tidak kalah penting, sekitar 700 orang dapat kembali bekerja mengimplementasikan keahliannya di TPPI dan sekitar 2.000 lapangan kerja di sekitar TPPI kembali terbuka sebagai efek berantai dari pengoperasian TPPI.

Karena efek berantai dari pengoperasian TPPI ini cukup besar maka memperkuat keinginan Pertamina untuk mengambil alih dan mengoperasikan kembali kilang TPPI. Sekarang ini, Pertamina telah menjadi pemegang saham mayoritas dari TPPI.

"Sekitar USD135 juta (yang dikeluarkan Pertamina) untuk menjadi pemegang saham mayoritas di TPPI, kemudian kita bisa operasikan kembali. Kita mayoritas (pemegang saham di TPPI) 48 persen, lainnya minoritas saja," pungkas Wianda.

Sekadar diketahui, kilang TPPI dapat mengolah sekitar 100 ribu barel per hari kondensat dan atau naphta. Dari pengolahan bahan baku dengan mogas mode akan diperoleh beberapa produk minyak, seperti elpiji, solar, fuel oil, premium, dan HOMC. Apabila dioperasikan dengan aromatic mode, TPPI dapat memproduksi petrochemical, seperti paraxylene, orthoxylene, benzene, dan toluene yang dibutuhkan oleh industri nasional.


(ABD)


Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

9 hours Ago

Pengacara yang mewakili dua ultras Roma tersangka penganiayaan suporter Liverpool menyatakan ke…

BERITA LAINNYA
Video /