Duit Kompensasi Sampah Bantar Gebang Pun Disunat

Damar Iradat    •    11 November 2015 18:28 WIB
sampah jakarta
Duit Kompensasi Sampah Bantar Gebang Pun Disunat
Ilustrasi TPST Bantar Gebang--Metrotvnews.com/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Bekasi: Warga Kelurahan Ciketing Udik, Bantar Gebang, Bekasi, mendapatkan kompensasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka dibayar Rp100.000 per bulan karena DKI membuang di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Namun, dana kompensasi baru cair tiga bulan sekali. Alih-alih mendapat uang Rp300.000, warga hanya mendapatkan Rp200.000 setiap bulan. Tapi, banyak dari mereka tak menyoalkan itu.

"Dana itu dapat Rp100.000 per bulan, tapi dikasihnya tiga bulan sekali. Dikasihnya juga bukan pas Rp300.000, dipotong Rp100.000," kata Madi, warga Bantar Gebang, kepada Metrotvnews.com, Rabu (11/11/2015).

Dewi, 52, warga Bantar Gebang lainnya, juga tak mempermasalahkan jatah yang disunat. Apalagi, pemotongan dana untuk kegiatan sosial. "Iya, emang dipotong. Katanya buat kegiatan sosial di sini, buat mengurus masjid segala macem," kata Dewi.

Meski uang kompensasi dipotong dan jelas ke mana, Dewi mengaku tetap kekurangan. Menurut Dewi, Rp100.00 bagi seukuran dirinya cukup untuk hidup selama lima hari. "Tapi ya mau bagaimana lagi? Kita kan warga, enggak bisa protes-protes, jadi diam saja," ujar Dewi.

Dalam perjanjian antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait TPST Bantar Gebang memang diatur apa saja yang perlu dikakukan Pemprov DKI. Salah satunya uang kompensasi yang disebut uang bau dan juga menyediakan air bersih.


(YDH)